Advertisement

Liburan Kilat Marak, Lama Menginap di Jogja Turun

Stefani Yulindriani Ria S. R
Jum'at, 17 April 2026 - 03:37 WIB
Jumali
Liburan Kilat Marak, Lama Menginap di Jogja Turun Kondisi Taman Khusus Parkir (TKP) Senopati nampak sepi pada Kamis (9/4/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Durasi menginap wisatawan di Kota Jogja tercatat menurun sepanjang 2025, meski jumlah kunjungan justru mengalami peningkatan signifikan. Fenomena ini menjadi sinyal perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih memilih perjalanan singkat atau one day trip.

Data Dinas Pariwisata Kota Jogja menunjukkan angka length of stay (LoS) turun dari 1,88 hari pada 2024 menjadi 1,77 hari pada 2025. Penurunan ini terjadi seiring semakin mudahnya akses menuju Jogja, terutama setelah tersambungnya jalur tol.

Advertisement

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja, Muh Zandaru Budi Purwanto, menjelaskan kemudahan akses tersebut mendorong wisatawan untuk tidak lagi menginap lama.

“Dengan akses tol yang semakin mudah, wisatawan kini cenderung melakukan kunjungan singkat tanpa harus menginap,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Meski durasi tinggal menurun, capaian 1,77 hari tersebut masih melampaui target pemerintah daerah yang ditetapkan sebesar 1,7 hari. Artinya, sektor pariwisata Jogja tetap berada dalam jalur positif meskipun pola kunjungan berubah.

Di sisi lain, jumlah wisatawan justru meningkat. Dinpar mencatat kunjungan naik dari sekitar 10,7 juta orang pada 2024 menjadi sekitar 11 juta orang pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan daya tarik Jogja masih kuat di tengah persaingan destinasi lain.

Tak hanya dari sisi jumlah, kualitas belanja wisatawan juga mengalami peningkatan. Rata-rata pengeluaran wisatawan tercatat mencapai Rp2,228 juta per kunjungan pada 2026, menandakan pergeseran tren dari kuantitas ke kualitas.

“Ini menunjukkan tidak hanya jumlah kunjungan yang meningkat, tetapi juga kualitas belanja wisatawan yang semakin baik,” kata Zandaru.

Perubahan pola wisata ini membuat Pemkot Jogja harus beradaptasi. Salah satu strategi yang diambil adalah memperkuat identitas kota sebagai destinasi berbasis event atau City of Festival.

Berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional digelar untuk menarik wisatawan agar tinggal lebih lama. Event seperti Malioboro Run dengan konsep sport tourism serta Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) dinilai efektif mendongkrak kunjungan.

“Event sport tourism seperti Malioboro Run terbukti mampu mendongkrak kunjungan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival agar semakin menarik,” tambahnya.

Pemkot Jogja juga menyiapkan ratusan agenda wisata sepanjang tahun sebagai upaya menahan wisatawan lebih lama di kota ini. Evaluasi lanjutan akan dilakukan hingga pertengahan tahun untuk memastikan tren kunjungan tetap meningkat.

“Kami akan melihat perkembangan hingga Juni sebelum menetapkan angka pasti. Yang jelas harus meningkat dari tahun sebelumnya,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

News
| Kamis, 16 April 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement