Kasus Little Aresha Masih Berproses, 147 Saksi Sudah Diperiksa
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Kompleks Makam Kota Gede di Kampung Wisata Purbayan. (Instagram/@kamwispurbayan)
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Pariwisata Kota Jogja terus memperkuat pengembangan kampung wisata dengan melakukan pendampingan intensif di berbagai wilayah. Langkah ini ditujukan agar seluruh kampung wisata siap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada akhir 2026.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja, M. Zandaru Budi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 45 kampung wisata yang tersebar di seluruh kota. Namun, tidak semuanya aktif menggelar paket wisata secara rutin.
Dari jumlah tersebut, sekitar 25 merupakan kampung wisata lama, dan hanya 17 yang telah beroperasi aktif. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat proses pembinaan agar kampung wisata lainnya bisa segera berkembang.
Dorong Naik Kelas Bertahap
Zandaru menjelaskan, pengembangan kampung wisata dilakukan melalui tahapan berjenjang, mulai dari rintisan, berkembang, maju, hingga mandiri. Skema ini disusun agar setiap kampung memiliki arah pengembangan yang jelas.
Sebagai acuan, pemerintah menjadikan Desa Wisata Penglipuran sebagai model pengembangan. Desa tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia dengan tata kelola yang tertata rapi.
“Kalau kampung wisata di Jogja bisa mencapai 20 hingga 30 persen dari standar Penglipuran, itu sudah sangat baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Beberapa kampung wisata di Jogja bahkan telah mencapai kategori maju hingga mandiri, di antaranya kawasan Bendung Lepeh di Rejowinangun, Purbayan, serta Cokrodiningratan.
Fokus pada SDM dan Paket Wisata
Menurut Zandaru, kendala utama yang dihadapi kampung wisata bukan terletak pada minimnya potensi, melainkan pada pengelolaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Banyak kampung sebenarnya memiliki aktivitas menarik, namun belum dikemas menjadi paket wisata yang menjual.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinpar menurunkan tenaga ahli guna mendampingi pengelola kampung wisata secara langsung, mulai dari perencanaan hingga pemasaran.
“Kegiatan sebenarnya sudah ada, tapi belum terstruktur. Ini yang kami bantu agar lebih menarik bagi wisatawan,” jelasnya.
Sebar Destinasi, Kurangi Penumpukan
Selain meningkatkan kualitas kampung wisata, pemerintah juga berupaya mendistribusikan arus wisatawan agar tidak terpusat di kawasan populer seperti Malioboro, Tugu Jogja, dan Keraton Yogyakarta.
Sebagai alternatif, sejumlah kawasan lain mulai dipromosikan. Kawasan Kotabaru dikembangkan dengan konsep wisata berbasis arsitektur kolonial Indis dan event kreatif, sementara Kotagede difokuskan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya peninggalan Mataram Islam.
Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga
Melalui strategi pendampingan yang berkelanjutan, Dinpar optimistis kampung wisata di Jogja dapat tumbuh lebih merata. Pemerintah berharap, penguatan sektor ini mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Dengan semakin banyaknya kampung wisata yang aktif dan terkelola profesional, Jogja diharapkan tidak hanya dikenal melalui destinasi ikoniknya, tetapi juga melalui pengalaman wisata berbasis komunitas yang autentik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkap tujuh hasil diplomasi Presiden Prabowo, dari BRICS hingga investasi Rp2.430 triliun.
Panduan 4 tahap wajib UM UGM CBT 2026 sebelum masuk ruang ujian, dari verifikasi hingga pemeriksaan keamanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 Juni 2026, rute, tarif, dan daftar keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur.
Jadwal KRL Solo–Jogja 2 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tarif Rp8.000 dan rute stasiun utama.
PSSI menargetkan Timnas Indonesia juara Piala ASEAN 2026. Persiapan dilakukan melalui dua tahap pemusatan latihan di Jakarta dan Bali.