Advertisement

Akhir Pekan di Sonobudoyo Hidupkan Genderan dan Wayang Panji

Jumali
Jum'at, 24 April 2026 - 07:07 WIB
Jumali
Akhir Pekan di Sonobudoyo Hidupkan Genderan dan Wayang Panji Museum Sonobudoyo (IST - Museum Sonobudoyo)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Suasana akhir pekan di Museum Sonobudoyo berubah lebih hidup dengan hadirnya pertunjukan seni yang bisa dinikmati langsung pengunjung. Pada Jumat hingga Sabtu (24–25/4/2026), rangkaian agenda budaya digelar, mulai dari permainan genderan, bioskop alternatif, hingga pementasan wayang topeng Panji.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang interaksi antara masyarakat dan pelaku seni. Pengunjung bisa menyaksikan langsung pertunjukan sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Advertisement

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah pertunjukan genderan di Gedung Karsten. Kesenian ini tergolong langka karena jarang tampil di panggung modern. Genderan merupakan permainan alat musik berbahan logam dengan teknik tabuhan khas yang menghasilkan suara lembut dan ritmis, menghadirkan nuansa Jawa klasik yang kuat.

Pertunjukan ini berlangsung terbatas pada jam tertentu, sehingga pengunjung disarankan datang lebih awal. Antusiasme biasanya tinggi, terutama dari penikmat seni tradisi yang ingin menyaksikan langsung kesenian yang mulai jarang ditemui.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati program bioskop alternatif di Gedung Bioskop Sonobudoyo. Berbeda dari bioskop komersial, tayangan yang diputar berfokus pada film bernuansa budaya lokal, dokumenter, serta cerita pendek yang sarat nilai tradisi. Fasilitas ruang yang nyaman menjadikan program ini cocok untuk keluarga maupun pelajar.

Puncak kegiatan hadir melalui pementasan wayang topeng Panji di Gedung Semar. Berbeda dari wayang kulit, pertunjukan ini dimainkan langsung oleh aktor yang mengenakan topeng. Lakon Panji menghadirkan kisah tentang kesetiaan, kepahlawanan, dan perjalanan cinta yang dibawakan dengan gerak teatrikal yang ekspresif.

Cerita Panji sendiri merupakan bagian penting dari khazanah budaya Jawa Timur dan Yogyakarta. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak menyelami nilai-nilai moral yang masih relevan hingga saat ini.

Pengelola museum menegaskan bahwa program rutin setiap akhir pekan ini dirancang sebagai upaya menghidupkan kembali fungsi museum. Tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang budaya yang aktif dan edukatif.

Pengunjung bahkan diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman. Setelah pertunjukan, tersedia sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam tentang filosofi topeng maupun teknik memainkan alat musik tradisional.

Lokasi Museum Sonobudoyo yang berada di kawasan strategis memudahkan akses wisatawan, tepat di sekitar Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg. Hal ini menjadikan agenda budaya tersebut sebagai alternatif wisata selain kawasan Malioboro.

Dengan tiket yang terjangkau, kegiatan ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati seni tradisi secara langsung. Pengunjung disarankan mengecek jadwal detail di lokasi atau media sosial resmi agar tidak melewatkan rangkaian acara.

Akhir pekan di Jogja pun tidak hanya soal keramaian wisata, tetapi juga kesempatan merasakan denyut budaya yang masih hidup dan terus dilestarikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

WNA Rusia Terjebak Tebing Cemongkak, Dievakuasi Helikopter

WNA Rusia Terjebak Tebing Cemongkak, Dievakuasi Helikopter

News
| Jum'at, 24 April 2026, 04:47 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement