Advertisement

9 Sekolah di Gunungkidul Berpotensi Digabung, Ini Alasannya

David Kurniawan
Senin, 27 April 2026 - 14:57 WIB
Jumali
9 Sekolah di Gunungkidul Berpotensi Digabung, Ini Alasannya Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar / Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Pendidikan Gunungkidul tengah mematangkan rencana penggabungan atau regruping sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan efektivitas layanan pendidikan. Berdasar hasil kajian sementara yang dilakukan dinas, terdapat sembilan sekolah yang berpotensi digabung karena jumlah siswa yang dinilai tidak lagi ideal.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, kebijakan regruping dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satu indikator utamanya dalam kajian tersebut adalah jumlah peserta didik di bawah 30 siswa per sekolah.

Advertisement

“Masih terus dikaji terkait dengan sekolah yang akan digabung,” ujar Nunuk, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, meski sudah ada sembilan sekolah yang masuk dalam daftar kajian, pemerintah daerah belum menetapkan keputusan final. Setiap rencana penggabungan, kata dia, harus melalui proses kajian mendalam dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan penolakan di lapangan.

Nunuk juga menyebut, kebijakan ini mengacu pada regulasi yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang memberikan dasar bagi daerah untuk melakukan penataan satuan pendidikan, termasuk melalui mekanisme penggabungan sekolah.

Selain jumlah siswa, faktor jarak antar sekolah juga menjadi pertimbangan penting. Pemerintah memastikan siswa tetap dapat mengakses pendidikan dengan mudah setelah proses regruping dilakukan nantinya.

“Nanti akan kami sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Purwanto menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut selama bertujuan untuk optimalisasi layanan pendidikan. Namun ia menekankan pentingnya kajian yang matang dan komunikasi publik yang baik.

“Kalau untuk optimalisasi pelayanan tidak ada masalah, tapi harus disosialisasikan dengan baik agar tidak menimbulkan gejolak,” katanya.

Menurut Heri, faktor jarak antar sekolah saat ini tidak lagi menjadi kendala besar karena sebagian besar orang tua sudah menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar anak ke sekolah. Meski demikian, ia tetap meminta agar keputusan regruping mempertimbangkan seluruh aspek secara menyeluruh.

Kebijakan regruping sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi anggaran, serta pemerataan layanan pendidikan di wilayah Gunungkidul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PLN: Pengguna Kendaraan Listrik Jakarta Melonjak, Dipicu Harga BBM

PLN: Pengguna Kendaraan Listrik Jakarta Melonjak, Dipicu Harga BBM

News
| Senin, 27 April 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement