Harga Pertamax Naik, DPRD Kulonprogo Minta Audit BBM Kendaraan Dinas
Ketua DPRD Kulonprogo meminta Pemkab mengaudit penggunaan BBM kendaraan dinas setelah harga Pertamax naik dan menolak BTT menjadi solusi utama.
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Iklim investasi di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi di Bumi Binangun pada Triwulan I 2026 telah menyentuh angka Rp77 miliar, yang menandakan daerah ini semakin kompetitif di mata para pemodal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo, Sarji, menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator kuat atas stabilnya iklim usaha di wilayahnya. Kepercayaan investor domestik tercatat sangat mendominasi struktur modal yang masuk ke daerah ini.
“Investasi yang masuk Rp77 miliar terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp10,4 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp66,7 miliar,” ungkap Sarji pada Selasa (28/4/2026).
Domestik Sasar Kesehatan, Asing Incar Teknologi
Sektor kesehatan muncul sebagai penyumbang terbesar dalam realisasi investasi dalam negeri (PMDN). Pertumbuhan ini dinilai sangat berkaitan erat dengan masifnya pengembangan fasilitas medis serta layanan penunjang kesehatan di Kulonprogo. Selain kesehatan, sektor pariwisata dan industri manufaktur juga menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.
Sementara itu, arah investasi dari mancanegara (PMA) cenderung lebih spesifik pada sektor strategis berbasis teknologi dan infrastruktur. Bidang telekomunikasi, pos, penyiaran, hingga sektor energi dan sumber daya mineral menjadi primadona bagi para investor asing yang menanamkan modalnya di Kulonprogo.
Sinyal Hijau Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pencapaian di awal tahun ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026. Jika dibandingkan dengan data Triwulan IV 2025 yang hanya mencatatkan angka Rp48,7 miliar, maka terjadi kenaikan yang cukup tajam pada awal tahun ini. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa geliat investasi tetap terjaga seusai penutupan buku tahun lalu.
“Capaian ini menjadi sinyal hijau bahwa geliat investasi di Kulonprogo tetap terjaga,” ujar Sarji optimis. Ia menilai kemudahan perizinan dan perbaikan iklim usaha menjadi faktor kunci yang mendorong kolaborasi antara investor lokal maupun internasional.
Secara kumulatif, total investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp566,8 miliar. Dengan tren awal tahun yang menjanjikan ini, Kulonprogo diprediksi memiliki prospek yang sangat cerah untuk menarik lebih banyak investasi baru yang mampu membuka lapangan kerja lebih luas serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD Kulonprogo meminta Pemkab mengaudit penggunaan BBM kendaraan dinas setelah harga Pertamax naik dan menolak BTT menjadi solusi utama.
Pendaftaran Jalur Prestasi SPMB DIY 2026 dibuka 22 Juni. Cek kuota dan daya tampung SMA Negeri favorit di Kota Jogja sebelum mendaftar.
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.
OJK menyita 41 aset kasus BPRS GP Medan terkait dugaan pembiayaan fiktif dan pencatatan palsu senilai Rp15,47 miliar.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Prabowo Subianto mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 kepada Jokowi melalui Instagram Story @prabowo, Minggu (21/6/2026).