Embarkasi Haji Kulonprogo Dinilai Belum Dongkrak Ekonomi UMKM
Pemkab Kulonprogo evaluasi dampak embarkasi haji yang dinilai belum optimal bagi UMKM dan hotel. Okupansi masih stagnan 25%.
Istimewa Pemkab Kulonprogo - ASN Pemkab Kulonprogo, TNI-Polri dan masyarakat sekitar melakukan aksi korve di seputaran Pasar Jombokan, Pengasih pada Jumat (12/6/2026). Aksi bersih-bersih gotong royong ini menyasar sampah di lingkungan hingga selokan Pasar Jombokan. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Gerakan korve atau kerja bakti massal yang digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terus berlanjut. Pada Jumat (12/6/2026), kegiatan bersih-bersih lingkungan difokuskan di kawasan Pasar Jombokan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, sebagai upaya menjaga kebersihan fasilitas publik dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Selain membersihkan sampah yang berserakan di area pasar, peserta korve juga melakukan pembersihan saluran air dan mengangkut sampah yang menumpuk di selokan sekitar Pasar Jombokan. Kegiatan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, serta masyarakat setempat.
Asisten Administrasi Umum Setda Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana, mengatakan gerakan korve menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri di seluruh wilayah Kulonprogo.
"Alhamdulillah Jumat 12 Juni tahun 2026, kita Pemkab Kulonprogo tetap melakukan korve di Pasar Jombokan tujuannya untuk menjadikan Kulonprogo Asri," ujar Eko Wisnu Wardhana kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Pasar Jadi Prioritas Gerakan Korve Kulonprogo
Menurut Eko, pasar dipilih sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan korve karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat setiap hari. Tingginya mobilitas warga di kawasan pasar membuat kebersihan lingkungan perlu mendapat perhatian khusus.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kulonprogo ingin memberikan contoh nyata sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan publik yang digunakan bersama.
"Ini tentunya dalam rangka untuk mengajak semua lapisan masyarakat, terutama warga yang ada di seputar pasar untuk selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan demi kesehatan kita semuanya," tambahnya.
Ia berharap gerakan korve tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat atau seremonial semata. Lebih dari itu, budaya menjaga kebersihan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Kondisi pasar yang bersih dan higienis dinilai penting untuk mendukung kenyamanan pedagang maupun pengunjung serta menjaga kualitas pelayanan publik di kawasan tersebut.
"Harapannya kita selalu menjaga kebersihan. Di pasar semoga tetap terjaga kebersihannya," harapnya.
Warga Sambut Positif Aksi Bersih-Bersih
Kegiatan korve mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Tukiyo, mengaku senang dengan adanya aksi bersih-bersih yang dilakukan pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat tersebut.
Ia berharap kondisi lingkungan Pasar Jombokan dan wilayah sekitarnya dapat terus terjaga sehingga masyarakat merasa lebih nyaman saat beraktivitas.
"Yang pasti senang dan terima kasih ya, semoga ke depan bisa terjaga kebersihannya," ucap Tukiyo.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, Pemkab Kulonprogo telah menjadwalkan kegiatan korve secara rutin setiap Jumat dengan menyasar berbagai fasilitas umum dan ruang publik yang telah ditentukan. Sementara itu, pada setiap Selasa, kegiatan pembersihan internal akan dilaksanakan di masing-masing perangkat daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor dan area pelayanan masyarakat.
Gerakan korve diketahui merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong masyarakat dan instansi pemerintah untuk aktif menjaga lingkungan melalui kegiatan gotong royong dan kerja bakti membersihkan fasilitas umum secara berkala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo evaluasi dampak embarkasi haji yang dinilai belum optimal bagi UMKM dan hotel. Okupansi masih stagnan 25%.
Harga minyak dunia turun lebih dari 6% dalam sepekan setelah muncul sinyal kesepakatan damai AS-Iran dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Akademisi UNY menyoroti ironi DIY sebagai Kota Pelajar. Sebanyak 13.669 anak usia sekolah tercatat tidak bersekolah di DIY.
Bulaksumur Run 2026 di UGM siap digelar dengan kategori 5K dan 10K. Start-finish di GSP, melibatkan alumni, masyarakat, dan UMKM.
Menpar Widiyanti mendorong pariwisata berkelanjutan dan tangguh dalam Sidang UN Tourism Executive Council di Spanyol.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.