Pemkab Sleman Salurkan Hibah Rp166,5 Juta untuk 32 Lembaga Sosial
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Trans Jogja.ist/X/@transjogja
Harianjogja.com, SLEMAN — Perpanjangan rute Trans Jogja hingga kawasan Godean mulai menunjukkan dampak positif bagi aktivitas ekonomi warga, khususnya di sekitar Pasar Godean. Akses transportasi publik yang semakin mudah dinilai mampu mendorong peningkatan jumlah pengunjung serta memperlancar distribusi barang di pasar tradisional tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal. Dengan konektivitas yang lebih baik, pedagang maupun pembeli kini memiliki alternatif transportasi yang lebih efisien dan terjangkau.
“Perpanjangan rute Trans Jogja ke Godean kami harapkan memudahkan mobilitas pedagang dan masyarakat yang akan menuju Pasar Godean. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di pasar bisa meningkat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Mae Rusmi, kemudahan akses transportasi akan berdampak langsung pada rantai pasok. Distribusi barang menjadi lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien, dan biaya logistik berpotensi ditekan. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa halte penumpang. Halte tersebut direncanakan berada di sisi selatan Pasar Godean untuk memudahkan proses naik dan turun penumpang, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna layanan.
“Ke depan akan ada fasilitas halte untuk turun dan halte untuk naik bagi penumpang di selatan Pasar Godean,” jelasnya.
Dari sisi pelaku pasar, Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Godean, Eni Yuliyanti, menyambut positif kebijakan ini. Ia berharap peningkatan aksesibilitas dapat mendongkrak jumlah pengunjung sekaligus memperkuat jejaring antar pasar tradisional di Sleman.
“Harapannya tentu menambah ramai pengunjung. Bahkan kami punya cita-cita antar pasar bisa saling melarisi. Misalnya setelah dari sini, pedagang bisa berkunjung ke pasar lain seperti Pasar Prambanan untuk bertukar pengalaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, menyebut uji coba rute baru ini masih dalam tahap awal. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah masa uji coba selama tiga bulan untuk melihat efektivitas layanan, termasuk potensi kendala di lapangan.
“Baru berjalan dua hari, jadi belum bisa kami evaluasi secara detail. Kami akan terus memantau selama masa uji coba untuk memastikan layanan ini optimal,” ujarnya.
Dengan perpanjangan rute ini, kawasan Godean diproyeksikan berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Sleman. Pemerintah berharap integrasi transportasi publik yang semakin luas dapat memperkuat peran pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.