Mantri Bank di Bantul Korupsi Rp711 Juta, Ini Modusnya
Mantri bank di Bantul ditangkap polisi usai korupsi Rp711 juta lewat kredit fiktif dan penyalahgunaan identitas nasabah.
Peternak tengah beraktivitas di kandang penampungan hewan kurban di Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Selasa (5/5/2026). Menjelang perayaan Iduladha, Bantul mengandalkan pasokan ternak dari luar daerah untuk mencukupi permintaan. /arian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Kebutuhan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha 2026 belum sepenuhnya mampu dipenuhi dari produksi lokal. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat pasokan sapi masih harus didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Bali dan Madura.
Kondisi ini dipicu tingginya permintaan harian di sisi lain keterbatasan ketersediaan sapi jantan di tingkat peternak lokal, sehingga pelaku usaha terpaksa mencari suplai tambahan dari luar wilayah DIY.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengatakan pola peternakan di Bantul lebih banyak berfokus pada pembibitan, sehingga mayoritas sapi yang dipelihara adalah betina.
"Karena memang di Bantul itu kan peternak pola pemeliharaannya pembibitan, sehingga sapi yang dipelihara sapi betina. Jadi untuk Iduladha ini, kami penyediaan banyak dari luar Kabupaten Bantul," katanya saat pemantauan kandang di Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Selasa (5/5/2026).
Sebagai upaya mengatasi keterbatasan tersebut, DKPP Bantul terus mengoptimalkan program inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi sapi dan domba. Selain itu, peternak didorong memperpendek calving interval agar produktivitas ternak meningkat.
"Jadi tiga bulan setelah melahirkan ternak dikawinkan lagi dan sembilan bulan hamil terus lahir," jelasnya.
Saat ini populasi sapi di Bantul mencapai sekitar 70.000 ekor dengan komposisi 90 persen betina. Kebutuhan sperma beku untuk inseminasi buatan mencapai 50.000 dosis per tahun dengan tingkat keberhasilan tertinggi pada sapi.
"Namun pola di Bantul itu umur empat sampai delapan bulan sapi dijual karena kemampuan para peternak hanya memelihara dua ekor betina," ungkapnya.
Menjelang Iduladha 2026, tren permintaan juga mengalami pergeseran. Joko menyebut sebagian masyarakat mulai beralih ke domba karena ketersediaannya lebih banyak dan harga lebih terjangkau dibanding sapi.
Pengawasan kesehatan hewan kurban pun diperketat. Sejak April, DKPP Bantul telah melakukan pemantauan kandang dan tempat penampungan dengan melibatkan 10 puskeswan, dan hingga kini belum ditemukan ternak yang tidak layak.
"Semuanya sehat dan umurnya juga memenuhi syarat. Karena ini ternak sapi yang dipelihara dari luar kita kan nggak tahu pola pemeliharaannya. Makanya kami memberikan bantuan obat cacing maupun desinfektan untuk mencegah penyakit," katanya.
Berdasarkan data Mei 2026, ketersediaan hewan siap kurban di Bantul meliputi 5.526 ekor sapi, 5.397 kambing, dan 6.433 domba. Dari sisi harga, sapi mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor, sedangkan kambing dan domba relatif stabil di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta.
Terkait penyakit mulut dan kuku (PMK), DKPP mencatat 45 kasus sepanjang tahun ini dengan dua kematian dan 34 ternak sembuh. Sementara capaian vaksinasi baru mencapai 12.909 ekor dari target 27.500 ekor.
Salah seorang peternak, Ahmad Suwardi, mengakui adanya penurunan permintaan dibanding tahun sebelumnya, sekaligus kesulitan mendapatkan sapi akibat dampak kekhawatiran pasca-wabah PMK.
"Seperti peternak di wilayah Gunungkidul cenderung ada rasa takut karena dulu gejala PMK dan penyakit lato-lato, sehingga agak langka," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga meski tidak terlalu signifikan.
"Seperti peternak di wilayah Gunungkidul cenderung ada rasa takut karena dulu gejala PMK dan penyakit lato-lato, sehingga agak langka," ujarnya.
"Untuk di kandang saya sementara hanya baru 51 ekor, tapi permintaan total sudah tembus saya 60-an ekor. Saya ambil ternak dari wilayah Gunungkidul agak pinggiran," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mantri bank di Bantul ditangkap polisi usai korupsi Rp711 juta lewat kredit fiktif dan penyalahgunaan identitas nasabah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.