DPRD Gunungkidul Soroti Data Kemiskinan, Minta Bansos Tepat Sasaran
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
TPID Bantul bersama wilayah DIY saat memantau salah satu kandang peternak menjelang perayaan Iduladha di Imogiri, Rabu (6/5/2026).
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang perayaan Iduladha 2026, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Bantul dipastikan aman meski harga mulai merangkak naik. Hal ini terungkap dalam pemantauan yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bantul bersama wilayah DIY di Kapanewon Imogiri, Rabu (6/5/2026).
Pemantauan tersebut tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba agar layak konsumsi masyarakat.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan bahwa stok hewan kurban secara umum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga selama Hari Raya Kurban.
"Secara keseluruhan sudah mencukupi, jadi aman untuk kondisi stok hewan kurban baik domba maupun sapi ini mencukupi," jelasnya.
Berdasarkan proyeksi, kebutuhan hewan kurban di Bantul tahun ini mencapai sekitar 7.000 ekor sapi, serta 15.000 hingga 16.000 ekor kambing dan domba. Meski produksi lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi lonjakan permintaan, pemerintah telah menyiapkan skema pasokan dari luar daerah untuk menjaga ketersediaan tetap stabil.
Dari sisi harga, tren kenaikan mulai terlihat seiring mendekatnya hari raya. Namun, menurut Aris, harga yang berlaku saat ini diperkirakan relatif stabil hingga puncak Iduladha.
"Untuk harga, ini biasanya kalau di pasaran mungkin menjelang Iduladha kurang 2-3 hari saya kira naik, tapi ini tadi peternak di sini menyampaikan ini sudah harga sampai dengan hari raya kurban nanti," ujar Aris.
Selain ketersediaan, aspek kesehatan hewan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah melalui puskeswan di setiap kapanewon rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
"Pantauan kami kondisi ternak semuanya sehat semuanya. Karena memang peternak dalam hal ini selalu koordinasi dengan dokter hewan Puskesmas," ujarnya.
Di tingkat peternak, permintaan hewan kurban mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Arbangi, salah satu peternak domba di Karangtengah, Imogiri, mengaku harga jual domba saat ini berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp8,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas.
"Kalau yang sebelum puasa itu memang masih rendah harganya dan ini memang biasa pasaran Iduladha memang naik. Misalnya dulu itu Rp1.300.000 per ekor sekarang sudah Rp1.500.000," katanya.
Ia juga mengungkapkan lonjakan permintaan biasanya mulai terasa dua pekan sebelum Iduladha. Saat ini, stok yang tersedia di kandangnya sekitar 150 ekor, namun pesanan yang masuk sudah mencapai 250 ekor.
"Kami juga dapat pasokan ternak dari para mitra. Jadi stoknya sudah aman cuma belum saya ambil," pungkasnya.
Dengan kondisi stok yang aman, harga yang relatif terkendali, serta jaminan kesehatan hewan, masyarakat Bantul diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler