KAI Uji Coba B50 dan Siapkan Perluasan KRL untuk Tekan Emisi Karbon
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Umbulharjo ditetapkan sebagai salah satu dari 14 kemantren di Kota Jogja yang menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Untuk mendukung program tersebut, perwakilan rukun warga (RW) mengikuti Pelatihan Losida (Lodong Sisa Dapur) Vermicompos yang digelar selama dua hari di Pendopo Kemantren Umbulharjo pada 13–14 Juli 2026.
Pelatihan ini bertujuan mendorong pengurangan timbulan sampah sejak dari rumah tangga sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperluas pengelolaan sampah berbasis sumber melalui gerakan SAMTAKU (Sampahku Tanggung Jawabku).
Warga Didorong Menjadi Agen Perubahan
Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo, Ananto Wibowo, mengatakan penunjukan Umbulharjo sebagai wilayah percontohan menjadi dorongan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif warga dalam mengolah sampah organik sejak dari rumah.
"Kami sangat bangga dengan antusiasme warga selama dua hari ini. Harapan besar kami, para peserta yang hadir hari ini tidak hanya mempraktikkannya di rumah sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menularkan ilmu berharga ini kepada tetangga dan lingkungan sekitar di seluruh wilayah Kemantren Umbulharjo," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Ananto berharap pelatihan tersebut mampu mengubah kebiasaan masyarakat sehingga pengelolaan sampah organik tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya baru yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kesadaran warga, diharapkan timbulan sampah dapat berkurang sekaligus mendukung terwujudnya Kota Jogja yang lebih bersih, sehat, dan terbebas dari kondisi darurat sampah.
Perluasan Program SAMTAKU
Pelatihan Losida Vermicompos merupakan bagian dari pengembangan Program SAMTAKU yang sebelumnya telah diuji coba selama sekitar tiga tahun di Kelurahan Muja Muju.
Keberhasilan implementasi program tersebut kini direplikasi ke seluruh wilayah Kemantren Umbulharjo melalui kolaborasi antara Pemkot Jogja, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM), SHIND, serta Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Jogja (UAJY).
Peserta pelatihan berasal dari perwakilan RW di tujuh kelurahan. Pada hari pertama, pelatihan diikuti peserta dari Kelurahan Semaki, Muja Muju, Tahunan, dan Warungboto. Sementara hari kedua diikuti peserta dari Kelurahan Pandeyan, Sorosutan, dan Giwangan.
Losida Vermicompos Dinilai Cocok untuk Permukiman Padat
Dalam pelatihan tersebut, warga diperkenalkan dengan metode Losida Vermicompos, yaitu teknik pengolahan sampah organik menggunakan pipa paralon yang ditanam di dalam tanah dengan bantuan cacing tanah sebagai pengurai.
Metode ini dinilai sesuai diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Selain mudah diaplikasikan di lingkungan rumah tangga, sistem tersebut juga tidak menimbulkan bau dan mampu menghasilkan kompos dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan metode pengomposan konvensional.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Jogja berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pengolahan dapat terus ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
enginap di sebuah hotel kini bukan lagi sekadar mencari tempat untuk beristirahat. Wisatawan juga mencari pengalaman yang hangat, personal, dan memiliki cerita.
BSN menjadi tuan rumah APMP Mid-Year Meeting 2026 yang diikuti 20 negara untuk memperkuat ketertelusuran pengukuran dan ekonomi sirkular.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Australia berencana meningkatkan impor kakao dari Indonesia. Peluang ekspor produk kakao premium terbuka lebar, tetapi pasokan biji kakao nasional masih menjadi
Konflik AS-Iran yang kembali memanas berpotensi memperlebar defisit APBN 2026 akibat kenaikan harga minyak dan membengkaknya subsidi energi.