Sekda Kulonprogo Akui Pengawasan MBG Kerap Terkendala Pemilik SPPG
Pemkab Kulonprogo memperketat pengawasan MBG setelah BGN menaikkan status kasus keracunan menjadi kejadian fatal. Petugas juga menghadapi tantangan saat memerik
Foto ilustrasi jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kulonprogo menjadwalkan dua kali pelaksanaan uang ganti rugi (UGR) pengadaan lahan tol Jogja-YIA selama Agustus 2026. Nilai UGR yang disiapkan untuk dua agenda tersebut mencapai sekitar Rp131 miliar.
Kedua pembayaran UGR tersebut akan dilaksanakan di Kantor Kalurahan Banguncipto, Sentolo. Lahan yang masuk dalam agenda pembayaran tersebar di tiga padukuhan, yakni Ploso, Bantar Kulon, dan Banaran Kidul.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kulonprogo, Eko Herry, mengatakan jumlah agenda UGR pada Agustus masih berpeluang bertambah. Penambahan dapat dilakukan apabila Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kembali menerbitkan surat pengajuan pembayaran (SPP) atas berkas yang telah diajukan BPN Kulonprogo.
“Sementara terjadwal 2 kali, kalau ada surat pengajuan pembayaran (SPP) yang terbit lagi dari LMAN kita agendakan kembal,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
UGR Menunggu Persetujuan LMAN
Eko menjelaskan setiap berkas yang dikirim BPN Kulonprogo kepada LMAN akan diperiksa dan divalidasi terlebih dahulu. Pelaksanaan pembayaran UGR baru dapat dilakukan setelah terdapat persetujuan dari LMAN melalui SPP.
Karena masih ada berkas yang dalam proses validasi, jumlah pelaksanaan UGR pada Agustus 2026 masih memungkinkan bertambah dari dua agenda yang telah dijadwalkan sementara.
Adapun agenda UGR yang sudah terjadwal untuk pengadaan lahan tol Jogja-YIA mencakup tiga padukuhan di Kalurahan Banguncipto, yaitu Padukuhan Ploso, Bantar Kulon, dan Banaran Kidul.
Pelaksanaan UGR tersebut menjadi tahap ke-55 pada 2026. Total lahan yang masuk dalam agenda mencapai 70.506 meter persegi, terdiri atas 77 bidang tanah dan 15 nonbidang.
Rincian UGR di Tiga Padukuhan
Di Padukuhan Ploso, nilai UGR yang disiapkan mencapai sekitar Rp100,33 miliar. Pembayaran tersebut mencakup 52 bidang tanah dan 5 objek nonbidang dengan luas keseluruhan 53.413 meter persegi.
“Di Padukuhan Bantar Kulon sebanyak 6 bidang tanah dan 7 non-bidang seluas 2.666 meter persegi disiapkan anggaran sebesar Rp4,59 miliar,” ucapnya.
Sementara itu, pengadaan lahan tol Jogja-YIA di Padukuhan Banaran Kidul mencakup 19 bidang tanah dan 3 nonbidang. Luas lahan yang masuk dalam pembayaran mencapai 14.427 meter persegi dengan nilai UGR sebesar Rp26,60 miliar.
Jika seluruh agenda yang telah terjadwal tersebut dijumlahkan, total UGR pengadaan lahan tol Jogja-YIA di Banguncipto pada Agustus 2026 mencapai sekitar Rp131 miliar.
“Total UGR Agustus ini nilainya sekitar Rp131 miliar lebih sedikit,” jelas Eko.
Penerima UGR Diminta Segera Mengosongkan Lahan
Eko mengatakan informasi mengenai pelaksanaan UGR akan disampaikan dalam waktu dekat kepada para penerima hak. Penerima hak tersebut dapat berupa pemilik lahan secara langsung maupun ahli waris.
BPN Kulonprogo juga mengimbau penerima UGR untuk melakukan pengosongan terhadap lahan yang telah dibayarkan. Menurut Eko, lahan tersebut telah beralih hak secara resmi setelah pembayaran UGR dilakukan.
Pelaksanaan pembayaran ini menjadi bagian dari proses pengadaan lahan untuk pembangunan Tol Jogja-YIA di Kulonprogo. Jumlah agenda pada Agustus masih dapat berubah apabila LMAN kembali menyetujui berkas pengajuan pembayaran yang saat ini masih dalam proses validasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo memperketat pengawasan MBG setelah BGN menaikkan status kasus keracunan menjadi kejadian fatal. Petugas juga menghadapi tantangan saat memerik
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
BPA Kejagung menggelar lelang serentak 10–14 Agustus 2026 dengan potensi pemulihan aset negara mencapai Rp289,39 miliar.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
RAPBD Sleman 2027 mengalokasikan belanja Rp3,55 triliun untuk enam agenda prioritas, termasuk kemiskinan, SDM, ekonomi, dan pemerintahan.
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.