Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Bupati Gunungkidul saat menyerahkan alat bantu untuk kelompok disabilitas di Bangsal Sewokoprojo, Senin (14/9). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyalurkan puluhan alat bantu untuk mendukung aktivitas kelompok difabel. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Bangsal Sewokoprojo, Senin (14/9/2026).
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul M Arkham Mashudi mengatakan pemberdayaan kelompok disabilitas menjadi salah satu perhatian Pemkab Gunungkidul. Program pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun.
“Bantuan diberikan untuk mempermudah dan menunjang dalam beraktivitas,” kata Arkham kepada wartawan, Senin siang.
Arkham menjelaskan tahun ini terdapat 95 alat bantu yang disalurkan kepada kelompok disabilitas. Jenis alat bantu yang diberikan meliputi kursi roda, alat bantu pendengaran, kruk, hingga kaki palsu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 alat berasal dari program Jaminan Pelayanan Kesehatan Khusus (Jampelsus) Pemerintah DIY. Sementara sisanya disebut sebanyak 38 alat yang bersumber dari APBD Gunungkidul 2026.
“Sudah ada proses verifikasi maupun usulan aspirasi untuk penyaluran bantuan sehingga dapat tepat sasaran. Selain bantuan alat, juga ada pelayanan kesehatan bagi kelompok disabilitas di Gunungkidul,” katanya.
Selain penyaluran alat bantu, Pemkab Gunungkidul juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi kelompok disabilitas. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan agar penyandang disabilitas dapat menjalankan aktivitas dengan lebih baik.
Arkham menegaskan program pemberdayaan kelompok disabilitas di Gunungkidul tidak sebatas pemberian alat bantu. Pemkab juga menjalankan program pelatihan usaha serta memberikan bantuan ternak untuk mendorong kemandirian penerima manfaat.
“Pemkab tetap konsen karena ada juga program pemberdayaan kelompok disabilitas seperti pelatihan usaha hingga pemberian bantaun ternak kambing. Tujuannya, agar kelompok ini bisa mandiri dan lebih berdaya,” katanya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan penyaluran alat bantu tersebut merupakan bagian dari program strategis daerah Warga Gayeng Guyub. Program itu, menurut dia, diarahkan untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh warga.
Dalam kegiatan tersebut, Endah memastikan pembangunan tidak meninggalkan warga dengan kondisi sosial maupun kebutuhan yang berbeda. Penyandang disabilitas, menurut dia, memiliki hak yang setara dengan warga lainnya.
Hak tersebut mencakup perlindungan, pelayanan sosial, dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar, serta dukungan untuk mengaktualisasi kemandirian dalam kehidupan.
“Dengan program Warga Gayeng Guyub, kami ingin membangun tatanan kehidupan yang harmonis, toleran dan penuh rasa kekeluargaan. Tanpa membeda-bedakan status maupun kondisi sosialnya,” kata Mbak Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.