Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Lalu lintas di depan Gedung DPRD Gunungkidul, Senin (23/10/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi D DPRD Gunungkidul mendukung program revitalisasi 131 sekolah yang mendapat bantuan pemerintah pusat pada 2026. Dewan berharap perbaikan tersebut mampu menyediakan sarana pendidikan yang lebih baik bagi para siswa, sekaligus mengingatkan sekolah agar memperhatikan aturan dan kualitas bangunan.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto, mengatakan pelaksanaan revitalisasi harus dilakukan secara cermat karena program tersebut menggunakan mekanisme swakelola. Sekolah bersama komite memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan perbaikan yang telah direncanakan.
“Tahun ini ada 131 sekolah di Gunungkidul yang mendapatkan bantuan program revitalisasi dari Pemerintah Pusat,” kata Heri, Rabu (23/9/2026).
Ia mengingatkan sekolah agar mematuhi regulasi dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pengelolaan program secara swakelola tidak boleh dilakukan sembarangan karena berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila ketentuan tidak dipenuhi.
“Ada regulasi yang harus dipatuhi. Jangan sampai program swakelola perbaikan sekolah malah jadi masalah kelak dikemudian hari. Jangan sampai itu terjadi di Gunungkidul,” ujarnya.
Heri menambahkan, besaran anggaran revitalisasi setiap sekolah berbeda-beda. Sejumlah sekolah menerima alokasi sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta. Karena itu, penggunaan dana harus disesuaikan dengan rencana kegiatan yang telah disusun.
“Ini besar sehingga harus dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah disusun,” ungkapnya.
Selain kepatuhan terhadap aturan dan penggunaan anggaran, Heri meminta kualitas pembangunan menjadi perhatian utama. Ia menekankan pentingnya memastikan struktur bangunan memenuhi standar keamanan, mengingat fasilitas tersebut digunakan dalam kegiatan pendidikan.
Ia secara khusus menyampaikan pandangan mengenai penggunaan material rangka atap. Heri menilai kayu jati dapat menjadi pilihan karena dinilai lebih aman dan tahan lama.
“Kalau bisa bagian atap jangan pakai baja ringan. Tapi, pakai kayu jati akan lebih aman dan tahan lama,” katanya.
Menurut Heri, penggunaan kayu jati juga berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Sekolah dapat membeli kayu dari warga sekitar sehingga penggunaan material bangunan turut mendukung pemberdayaan petani yang menanam kayu.
“Kalau pakai kayu jati bisa membeli dari warga sekitar sehingga ikut pemberdayaan. Hal berbeda dengan baja ringan karena yang diuntungkan adalah pabrikan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Ashari Nurkalis, menjelaskan penggunaan kayu maupun baja ringan untuk rangka atap sama-sama dapat menghasilkan bangunan yang kuat dan tahan lama apabila diterapkan sesuai ketentuan teknis.
Meski demikian, ia mengingatkan pemasangan baja ringan tidak boleh dilakukan sembarangan. Penggunaannya harus didasarkan pada perhitungan dan kajian teknis yang tepat.
Ashari mengatakan saat ini telah tersedia perangkat lunak untuk membantu perhitungan struktur baja ringan, yang juga dimiliki oleh vendor.
“Sudah ada software untuk menghitung struktur baja ringan dan vendor sudah memilikinya. Kalau dipasang sesuai standar, maka akan aman dan tahan lama,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan sebanyak 131 sekolah mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026. Dari jumlah tersebut, 42 merupakan sekolah dasar (SD), sedangkan sisanya berasal dari jenjang TK dan SMP.
Nunuk menjelaskan dana program langsung dicairkan ke rekening masing-masing sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran yang diterima setiap sekolah karena pengelolaannya berada di tingkat pusat dan sekolah penerima.
“Program swakelola dan anggarannya langsung ke sekolah. Kami tahu sekolah penerima lewat data pokok pendidikan [Dapodik],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan skema gaji guru di sekolah negeri, termasuk PNS, PPPK, dan non-ASN dalam program pendidikan gratis.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.