UMKM Sleman Terkendala Digitalisasi, Keuangan hingga Keamanan Data
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Suasana Rans Carnival sepi akibat diboikot masyakat. /TikTok-Jogjaku.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang belanja Rp50.000 untuk meramaikan Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Bantahan tersebut disampaikan setelah beredar pesan berantai yang mencatut nama pejabat Polresta Sleman di tengah polemik pengunduran diri sejumlah musisi dan pelaku UMKM dari acara tersebut.
Pesan yang beredar di media sosial itu menyebut adanya skema pengumpulan warga sekaligus pembagian uang untuk mengerahkan massa agar menghadiri acara yang diselenggarakan Rans Entertainment pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Dhimas menegaskan kehadiran polisi di lokasi kegiatan bukan untuk memobilisasi masyarakat. Personel kepolisian diterjunkan semata-mata untuk melaksanakan pengamanan berdasarkan permohonan dari pihak penyelenggara.
"Saya tegaskan, kami dari kepolisian hanya mengamankan lokasi kegiatan, bukan seperti yang dimaksud pengerahan massa untuk datang ke lokasi," jelas Dhimas, Sabtu (31/10/2026).
Dia mengimbau masyarakat Sleman dan Jogja agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di tengah polemik penyelenggaraan Rans Carnival.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, turut membantah institusinya melakukan pengerahan massa maupun pembagian uang tunai sebagaimana disebutkan dalam pesan berantai tersebut.
"Perlu kami tegaskan, Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat," katanya.
Sejumlah Musisi dan UMKM Mundur
Polemik Rans Carnival menjadi perhatian setelah sejumlah musisi mengumumkan pengunduran diri dari acara tersebut melalui akun media sosial masing-masing.
Beberapa musisi yang menyatakan mundur di antaranya Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton. Selain itu, salah satu pelaku UMKM yang semula menjadi tenant makanan dan minuman (FnB) juga menyatakan menarik diri dari kegiatan tersebut.
Di media sosial, seruan untuk memboikot acara tersebut turut ramai disampaikan warganet.
Rans Carnival merupakan acara yang diselenggarakan Rans Entertainment, perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad, di Stadion Maguwoharjo selama dua hari, yakni Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).
Di tengah polemik tersebut, Polresta Sleman memastikan pengerahan personel di lokasi merupakan bagian dari tugas pengamanan kegiatan masyarakat, bukan upaya mengumpulkan warga untuk menghadiri acara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Volkswagen mencatat kerugian operasional €5,9 miliar pada kuartal III 2026. Pelemahan bisnis China dan penurunan nilai investasi Porsche menjadi pemicu.
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.
Alex Marquez dipastikan absen di MotoGP Qatar 2026 untuk menjalani operasi bahu kanan. Pembalap Gresini Ducati itu membidik comeback di Portugal.