Disdikpora DIY Klaim UNBK SMK Tak Ada Persoalan

Ilustrasi UNBK. - JIBI
06 April 2018 06:10 WIB Sunartono Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA - Disdikpora DIY mengklaim tidak ada persoalan yang signifikan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK. Sejumlah kendala teknis yang terjadi sebagian besar dapat diselesaikan di tingkat sekolah.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta  Baskara Aji menjelaskan pada pelaksanaan UNBK SMK selama empat hari tidak ada keluhan yang signifikan dari sekolah maupun peserta didik.

"Sampai hari terakhir tampaknya biasa-biasa saja tidak ada hal yang mengkhawatirkan. Tidak ada keluhan terkait kesulitan soal juga," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (5/4/2018).

Dalam catatan Disdikpora DIY, rekaman kendala selama pelaksanaan UNBK antara lain listrik padam sebelum pelaksanaan akibat penebangan pohon, logout komputer secara massal dan listrik padam karena adanya kerusakan jaringan.

Aji menegaskan untuk kasus logout komputer hal itu bisa langsung diatasi dan siswa tidak kehilangan waktu untuk mengerjakan.
 
"Setiap komputer tiba-tiba mati, kemudian hidup lagi, login ulang itu jawabannya tidak hilang jadi bisa dilanjutkan dan waktu juga tidak berarti habis," ucapnya.

Ia mengatakan hingga kemarin belum dapat mendeteksi total kemungkinan adanya siswa yang tidak mengikuti ujian karena sakit. Tetapi, jika ada UNBK susulan tetap akan disiapkan.

DIY memiliki perbandingan yang tajam dengan provinsi lain terkait kendala yang dihadapi dalam UNBK. Terpantau melalui helpdesk UNBK di Disdikpora DIY, provinsi lain kendala teknis lebih banyak sampai ke helpdesk.

Menurut Baskara Aji, minimnya laporan yang masuk ke helpdesk Disdikpora DIY disebabkan karena proktor dan teknisi di setiap sekolah mampu mengatasi ketika muncul kendala teknis.

"Itu artinya proktor di lapangan yang sudah menguasai dan mampu mengatasi persoalan sudah merata," ujar dia.

Aji tidak menampik kemungkinan setiap sekolah pasti ada kendala kecil, tetapi dapat diatasi dengan cepat oleh proktor dan teknisi di sekolah. Hal itu karena proktor dan teknisi sudah memiliki kemampuan yang mumpuni. Sebelumnya, pelatihan kepada proktor dan teknisi digelar secara terus menerus supaya tidak timbul permasalahan terlalu banyak.

Jika di provinsi lain masih ditemukan banyak persoalan yang sampai ke helpdesk di provinsi, menurut dia, provinsi lain perlu meniru langkah yang dilakukan Disdikpora DIY.
 
"Kalau di provinsi lain masih banyak persoalan sampai ke helpdesk, saya kira perlu juga melaksanakan apa yang dilakukan DIY," kata dia.

Penambahan proktor setiap tahun akan terus dilakukan, terutama untuk mengantisipasi yang sudah pensiun atau mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Proktor sengaja diambil dari personel sekolah kemudian dilatih oleh Disdikpora DIY.

Termasuk jika sekolah yang saat UNBK 2018 masih menumpang dan tahun berikutnya dapat melaksanakan mandiri, maka harus perlu disiapkan proktor.

"Kami berharap sekolah yang masih numpang, tahun depan  bisa mandiri, karena pengadaan komputer kan tidak hanya untuk UNBK saja namun bisa dipakai kegiatan lain," ujarnya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia