Banyak Pengantin Baru, Jogja Kekurangan Ribuan Rumah

Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI - Bisnis)
11 April 2018 20:50 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Selisih pasokan dan permintaan rumah atau backlog perumahan di DIY masih 250.000 unit. Sementara pasokan hunian yang baru bisa dikembangkan baru sekitar 3.000 unit per tahun.

"Kami terus berupaya untuk dapat mengurangi backlog perumahan itu. Di mana jumlahnya mencapai 250.000 unit untuk DIY saja," ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY, Rama Adyaksa Pradipta, Rabu (11/4/2018).

Kendati kini hunian-hunian vertikal mulai giat dikembangkan sejumlah pengembang, terutama menyasar kaum milenial dan executive muda. Namun, upaya itu belum bisa mengurangi backlog perumahan yang ada sekarang ini.

Rama memaparkan tahun ini, REI DIY berupaya fokus untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian. Diakui Rama, potensi untuk mengembangkan hunian untuk menyasar keluarga muda masih sangat besar.

"Suplai kami baru sekitar 3.000 unit per tahun. Itu pun sebagian besar bukan untuk rumah primer, tetapi banyak untuk investasi. Jadi belum bisa mengurangi backlog perumahan secara signifikan," papar Rama.

Seiring dengan tumbuhnya konsumen perumahan yang didominasi keluarga muda atau pengantin baru, maka kebutuhan akan hunian jadi semakin tinggi. Rama mengungkapkan potensi untuk konsumen hunian dari kalangan tersebut di DIY ini masih sangat tinggi.

"Potensinya sangat besar, cuma lahannya memang masih menjadi kendala kami. Maka dari itu, perlu dicarikan solusi untuk bisa memenuhi kebutuhan hunian itu. Karena lahan yang cukup dapat turut mengurangi backlog perumahan yang ada saat ini," jelas Rama.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia