Kantong Parkir untuk Kawasan Malioboro Perlu Ditambah

Pelancong menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Yogyakarta yang lengang seperti terlihat pada Senin (29/05/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 April 2018 00:17 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Polda DIY meminta Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menambah kantong parkir di sirip-sirip Malioboro terlebih dahulu, sebelum kawasan itu benar-benar disterilkan dari kendaraan bermotor.

Direktur Ditlantas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Latif Usman mengatakan, penambahan kantong parkir perlu dilakukan demi kenyamanan pengunjung. Sirip-sirip Malioboro adalah satu lokasi yang tepat untuk dijadikan kantong parkir baru.

Menurutnya, pilihan mengoptimalkan sirip-sirip Malioboro merupakan salah satu opsi yang bisa ditempuh Pemda DIY. Dengan demikian, wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh.

"Dipilih sirip-sirip mana yang bisa dihadirkan kantong parkir. Orang ke sini, lebih baik masuk Malioboro dengan jalan kaki atau kendaraan tradisional," ucap Latif di Kompleks Kepatihan, pekan lalu.

Peran moda transportasi tradisional seperti becak dan andong, sebutnya, juga perlu diperkuat. Becak dan andong bisa digunakan sebagai kendaraan pengangkut dari kantong parkir menuju Malioboro. Dengan demikian, ekonomi kerakyatan juga ikut tumbuh.

Latif sangat mendukung rencana Pemda DIY yang ingin menjadikan kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor, kecuali Trans Jogja dan kendaraan yang mengakut tamu-tamu penting. Tapi sebelum diterapkan, kebijakan tersebut perlu diuji coba terlebih dahulu.

"Memang perlu uji coba di waktu-waktu tertentu, seperti Sabtu atau Minggu. Nanti benar-benar [diterapkan] car free day," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, penerapan kebijakan Malioboro bebas kendaraan akan diuji coba tahun ini. Ditargetkan pada 2019 nanti, Malioboro sudah benar-benar hanya dilalui becak, andong dan Trans Jogja.

Adplus Tokopedia