RSU Mitra Paramedika Fasilitasi Pertemuan Para Bidan

Pertemuan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Sleman Timur di RSU Mitra Paramedika, Jumat (27/4/2018). - Ist
27 April 2018 23:50 WIB Bhekti Suryani Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Paramedika menjadi tuan rumah pertemuan para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Sleman Timur, Jumat (27/4/2018) siang.

Kepala Bagian Umum RSU Mitra Paramedika Kintel Edi Octavianugrah memberikan apresiasi untuk penyelenggaraan pertemuan IBI di rumah sakitnya. Apalagi dalam sejarahnya RSU Mitra Paramedika sempat menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak (RSKBIA) sebelum akhirnya saat ini berkembang jadi RSU.

"Rumah sakit ini tetap banyak berkecimpung dalam kebidanan karena awalnya memang RSKBIA. Hingga saat ini pun kami tetap eksis dalam pelayananan medis yang berhubungan dengan kebidanan," ujar Kintel dalam sambutannya di hadapan para bidan dan pengurus IBI Ranting Sleman Timur, Jumat.

Lebih lanjut Kintel menyebutkan ketersediaan SDM kebidanan yang ada di RSU Mitra Paramedika. Untuk menunjang pelayanan saat ini ada dua dokter spesialis kandungan, dua dokter spesialis anak dan sembilan bidan.

"Pelayanan obsgyn kami layani hari Senin sampai dengan Jumat," jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua IBI Ranting Sleman Timur Esti Triyani memberikan apresiasi atas penyediaan fasilitas tempat dan yang diberikan RSU Mitra Paramedika.

Dalam sambutan tersebut Esti juga membeberkan segala agenda yang sudah terlaksana maupun masih jadi program kerja IBI Ranting Sleman Timur.

"Nantinya setelah setelah Lebaran akan berlangsung syawalan para bidan yang akan berlangsung di rumah Wakil Bupati Sleman," tuturnya.

Kepada para bidan yang hadir dakam pertemuan itu dia lantas menyinggung soal penguatan organisasi IBI. Menurut dia penting bagi para bidan untuk tergabung dalam organisasi yang mewadahi profesi mereka. Hanya saja organisasi yang mewadahi profesi mereka harus terus eksis, tidak sebuah organisasi cuma ada namanya tapi tanpa eksistensi.

"Bidan yang ingin menjalankan profesinya harus ada organisasinya, ketika mau melamar banyak administrasi yang harus dimiliki seperti STR dan SKP. Nah, di sinilah pentingnya keberadaan IBI," tandasnya.

Esti lantas berharap ranting ke depan harus dan kantor dan sektetariatnya. Jadi ke depan anggota bisa terlayani dengan baik. Anggota dan pengurus pun harus tahu hak dan kewajibannya. Dia pun memberi pesan khusus bagi para bidan agar berhati-hati dalam beraktivitas di media sosial.

"Hati-hati dengan media sosial apalagi yang menyinggung orang lain. Jangan asal upload yang bisa berpotensi terkena pelanggaran UU ITE. Kalau ada permasalahan dibahas dengan pengurus dalam organisasi dulu jangan justru dilempar ke media sosial," pesannya. (*)

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia