Bom Surabaya: SMA Muh Al-Mujahidin Gunungkidul Kampanyekan Antiradikalisme

SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, membacakan ikrar antiradikalisme, Senin (14/5). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
14 Mei 2018 14:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aksi teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, menjadi keprihatinan sekolah di Gunungkidul. Beberapa sekolah menggelar aksi menolak terorisme yang terjadi.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, Wahyudi mengaku turut berduka dengan kejadian yang terjadi di Surabaya, ia juga mengajak para siswanya untuk menjauhi pemikiran radikalisme.

“Kami menolak keras aksi radikalisme. Sudah kami sampaikan pada siswa dan guru untuk menjauhi aksi radikalisme. Aksi di Surabaya menyebabkan beberapa saudara kami meninggal dunia, itu yang tidak diajarkan diagama Islam,” ucapnya, Senin (14/5/2018).

Ia mengatakan bahwa Islam mengajarkan kebaikan, tidak pernah mengajarkan kekerasan, dan radikalisme. Ia berharap jika ada problem di masyarakat dapat diselelesaikan dengan musyawarah.

“Kami sudah ajarkan sejak dini, pertama harus punya akhlak yang tinggi, dan masuk Islam secara keseluruhan, memahami Islam dengan benar. Sehingga tidak ada aksi radikalisme,” katanya.

Salah satu siswa SMA Muhamadiyah, Erika Yeni Kristianti, mengaku turut prihatin dengan kejadian yang menimpa di Gereja Surabaya.“Padahal di agama Islam, saya tidak diajarkan tindakan sekeji itu. Tidak diajarkan membenci agama lain,” katanya.

Ad Tokopedia