Mantan TKW asal Klaten Sembunyikan Narkoba Dalam Popok Orang Dewasa

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti penyelundupan narkoba saat jumpa pers di Kantor Bea dan Cukai DIY, Jalan Solo, Depok, Selasa (15/5/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
15 Mei 2018 20:00 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat lebih dari setengah kilogram. Modus penyelundupan dilakukan oleh seorang perempuan dengan menyimpan barang haram tersebut di dalam popok dewasa yang ia kenakan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya menjelaskan upaya penyelundupan narkoba di Bandara Adi Sutjipto dilakukan oleh Retno, 34, perempuan warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (4/5/2018) lalu. Petugas yang mencurigai gerak-gerik perempuan yang baru turun dari pesawat Air Asia tujuan Malaysia-Jogja itu langsung diperiksa.

“Dari pemeriksaan body scanner yang kami lakukan terhadap RIP [Retno], ditemukan subuah paket yang disembunyikan secara melawan hukum di dalam popok dewasa yang dikenakan yaitu berupa serbuk kristal berwarna putih yang merupakan narkoba jenis sabu seberat 562 gram,” kata dia saat jumpa pers di Kantor Bea dan Cukai DIY, Jalan Solo, Depok, Selasa (15/5/2018).

Berdasarkan barang bukti tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY untuk menangani kasus ini. Barang bukti dan pelaku pun langsung dilimpahkan kepada pihak Polda DIY untuk dilakukan proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Ditresnarkoba Polda DIY, Kombes Pol Wisnu Widarto menjelaskan pihaknya langsung menindaklanjuti hasil penagkapann oleh Bea dan Cukai. Untuk mengungkap jaringan narkoba ini, pihaknya kemudian melepas pelaku, tetapi dengan pengawasan yang ketat. Pelaku dibiarkan bebas dan melakukan transaksi kepada pemesan barang haram tersebut.

Hasilnya, polisi kemudian mengamankan Jeje, 35 warga Karawang, Jawa Barat saat sedang bertransaksi narkoba dengan Retno di Klaten pada Minggu (6/5/2018). “Dari hasil penyelidikan J [Jeje] merupakan orang suruhan I yang saat ini masih berada di dalam penjara. Dan R juga merupakan kurir yang mengantarkan barang dari seorang di Malaysia berinisial KS,” ujarnya.

Berdasarkan penyelidikan, Retno ini merupakan kurir narkoba yang sudah beraksi beberapa kali dengan modus yang sama. Sebelum tertangkap, Retno mengaku berhasil menyelundupkan narkoba melalui Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Tengah, dan diberi upah sebesar Rp10 juta.

Namun nahas, mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di Malaysia ini tidak dapat lolos dari penjagaan ketat di Bandara Adi sutjipto. Bekas Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini pun kini ditahan karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara.