Pathilo Diluncurkan, Pendaftaran Pasien di RSUD Wonosari Kini Tak Perlu Antre

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati (Kiri), dan Bupati Gunungkidul, Badingah (Kanan) melaunching PATHILO, di RSUD Wonosari, Kamis (24/5/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
24 Mei 2018 20:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—RSUD Wonosari terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pasien. Kini yang terbaru RSUD Wonosari mempermudah pendaftaran dengan sistem online, yang diberi nama Pendaftaran Tanpa Harus Antri, Lewat Online (Pathilo).

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan selama ini pelayanan di RSUD Wonosari cukup padat, sehingga antrian pasien menjadi panjang.

“Untuk mengurai pendaftaran pasien yang menumpuk kami luncurkan Pathilo, yang dapat diunduh di playstore,” ucapnya, Kamis (24/5/2018).

Saat ini PATHILO sudah masuk tahap ujicoba, sementara untuk pelayanan Pathilo, untuk dapat mendaftarkan online, harus sebagai pasien lama yang sudah memiliki nomor rekam medis di RSUD Wonosari.

Setelah mengunduh aplikasi Pathilo di playstore, pasien melakukan registrasi dan memasukan nomor rekam medis, membuat password lima digit, serta pertanyaan keamanan dan jawabannya. Setelah terdaftar, dapat melakukan login dan memilih layanan dan kapan berobat.

“Pendaftaran online bisa dilakukan H-2 dari tanggal periksa. Nanti memilih pelayanan untuk apa. Ke depan akan kami kembangkan pendaftaran bisa SMS, WA, telepon, dengan itu pasien dapat mendaftar dari rumah,” ucapnya.

Selain itu RSUD Wonosari juga melaunching Sistem Antrian Apotik (Siantik). “Siantik untuk memberi kejelasan pasien berapa lama harus menunggu obat, dulukan tidak ada jadi pasien tidak tahu kapan jadi. Kan obat ada dua, ada racikan dan non racikan. Kalau racikan agak lama, kalau non racikan lebih cepat,” ujarnya.

RSUD Wonosari juga membentuk tim simpatik, untuk membantu pasien yang membutuhkan, seperti pasien yang membutuhkan kursi roda dan bantuan didorong untuk menuju ruangan, akan dibantu tim simpatik dari RSUD Wonosari. Dalam acara launching Pathilo tersebut juga dadakan dialog upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

Untuk menjaga kondisi Rumah Sakit dari bahaya asap rokok, Ia mengatakan akan dibentuk Satgas rokok. “Akan ada petugas yang mengamati, area yang harusnya tanpa asap rokok meski sudah ada tulisan bebas asap, masih sering dilanggar, banyak perokok,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengapresiasi terobosan-terobosan yang dilakukan pihak RSUD Wonosari. “Saya menyambut baik atas berbagai upaya dari RSUD Wonosari dalam melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada pasien, serta berpores untuk meningkatkan kelas RS dari C ke kelas B,” ujarnya.

Badingah berharap pelayanan kepada masyarakat ini harus selalu diperhatikan dan ditingkatkan. “Dengan aplikasi Pathilo ini semoga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat menambah kenyamanan pasien, mengurangi waktu tunggu pendaftaran,” ujarnya.

Adplus Tokopedia