Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pelancong menikmati suasana sore di Jalan Malioboro, Jogja, Senin (18/06/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengatakan, dengan dimulainya kembali penataan sisi barat, kenyamanan pengunjung Malioboro mau tidak mau akan sedikit terganggu. Meskipun begitu, wisatawan tetap akan mengunjungi Malioboro.
Hal ini bisa terlihat dari tetap adanya wisatawan yang berjalan-jalan di sisi barat, selama proyek tersebut berjalan.
"Karena Malioboro daya magisnya luar biasa. Gimana pun situasi dan kondisinya tetap ke sana. Bagi wisatawan yang ke Jogja, belum afdol kalau belum ke Malioboro," jelasnya, Minggu (1/7/2018).
Ekwanto mengungkapkan, UPT Malioboro akan terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek dan juga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM (DPUP-ESDM) DIY supaya kegiatan wisatawa dan pengerjaan fisik bisa berjalan beriringan, tanpa menimbulkan banyak gangguan.
"Nanti kan diberi tanda larangan mana saja tempat yang tidak boleh dilewati wisatawan. Supaya tidak saling mengganggu lah. Karena bagaimanapun revitalisasi [sisi barat] tetap harus berjalan setelah libur cukup lama," ujar Ekwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pemerintah revisi aturan PPh UMKM 0,5 persen lewat PP 20/2026. Akses dipersempit, profesi tertentu tak lagi dapat fasilitas.
Kementan siapkan Dapur Susu Indonesia untuk dukung program MBG. Serap susu peternak lokal dan kurangi impor.
Satgas Haji ungkap 59 kasus hingga Mei 2026. Sebanyak 550 jamaah jadi korban dengan kerugian Rp21,7 miliar. Waspadai haji ilegal.
. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari dunia jurnalistik sekaligus mengetahui perkembangan industri media di era digital.
Nadiem Makarim akui bukan pemimpin sempurna dalam pleidoi kasus Chromebook. Ia ungkap tekanan birokrasi dan bantah tuduhan korupsi.