Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ilustrasi Donor darah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 25 orang pendonor darah sukarela mendapatkan penghargaan berupa cincin emas seberat 4 gram berlambangkan palang merah. Penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan Syawalan PMI di Ndalem Yudonegaran, Jogja, Rabu (4/7/2018).
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan mereka yang mendapat penghargaan tersebut merupakan pendonor darah yang secara sukarela mendonorkan darahnya minimal 100 kali.
"Mereka menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa menentukan orang yang akan memanfaatkannya. Tidak mengharapkan imbalan jasa yang dilakukan. Darah saja di berikan apalagi cinta," kata Gusti Prabu.
Pemberian penghargaan tersebut seyogyanya dilakukan pada Desember 2017 lalu. Para penerima penghargaan juga menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.
"Semoga ini bisa menginspirasi bagi semua warga, menggunggah kepedulian, tentang kemanusiaan, tentang berbagi cinta kepada sesama," harap Prabu.
Selain pemberian cincin tersebut, PMI DIY juga memberikan secara simbolis penghargaan kepada 691 personel PMI yang dengan sukarela melayani masyarakat saat Siaga Lebaran 2018. Selama Siaga Lebaran tersebut, PMI menyiapkan 26 ambulans dan 25 Pos Pelayanan Pertolongan Pertama dan Ambulans.
"Personel PMI, dengan sigap, keterampilan dan pengetahuan yang mereka memiliki juga tanpa mengharapkan imbalan melayani masyarakat yang mudik dan hilir lebaran tahun ini," ujarnya.
Menurut Prabu, tugas-tugas kemanusiaan termasuk di dalamnya pengembangan generasi muda tentu tidak mudah. Oleh karena itu, PMI harus terus meningkatkan dan mempererat kerjasama dengan mitra, pemangku kepentingan, instansi lintas sektoral, untuk bersama membangun dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
"Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional ada untuk siapa saja. Dengan Prinsip Kenetralan dan kesamaan, kita berikan harapan, dukungan serta perubahan positif di masyarakat," katanya.
Harsito, salah seorang penerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial tersebut mengaku 115 kali melakukan donor darah. Kegiatan tersebut dilakukan sejak berusia 36 tahun. "Saat ini usia saya 73 tahun. Motivasi saya hanya ingin membantu sesama, mereka yang membutuhkan darah agar selamat dan tertolong," ujarnya.
Menurutnya, meski rutin melakukan donor darah tidak ada masalah kesehatan yang dia hadapi. Bahkan tubuhnya merasa sehat. "Saya masih terlihat bugar. Pesan saya untuk generasi muda, sebaiknya donorkanlah darah anda untuk menolong sesama," kata warga Perum Gunung Sempu, Kasihan Bantul itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.