Bantu Polisi Kejar Begal, 2 Pemuda Ini Peroleh Penghargaan

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution (kanan), melakukan prosesi potong tumpeng selepas upacara HUT Bhayangkara di halaman Mapolres Kulonprogo, Rabu (11/7/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
11 Juli 2018 20:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo memberikan penghargaan kepada dua orang warga sipil yang ikut membantu polisi menangkap begal. Kedua warga yakni Rangga Abiyasa Kharisma, 21, warga Desa Margosari, Kecamatan Pengasih dan Bagas Syaifudin, 19, warga Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, menerima penghargaan dalam upacara HUT Bhayangkara yang digelar di Mapolres Kulonprogo, Rabu (11/7/2018).

Piagam dan sejumlah uang sebagai bentuk penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution. Kedua pemuda itu dinilai berjasa karena ikut membantu mengejar dan menangkap pelaku pembegalan yang terjadi Jumat (8/6/2018) di Sentolo dan Wates. Dalam kasus pembegalan itu, polisi meringkus dua pelaku masing-masing JD, 16, dan MB, 16.

Presiden Joko Widodo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolres menyatakan Polri harus tetap menjaga netralitas di tahun politik ini. Terlebih menjelang Pemilu 2019, TNI-Polri harus dapat menjamin ketertiban saat pesta demokrasi berlangsung. "Saya juga berterimakasih atas peran serta dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kamtibmas, termasuk kedua pemuda yang ikut dalam pengejaran pelaku pembegalan," kata Anggara, Rabu.

Anggara berharap warga lain juga bisa membantu tugas kepolisian meskipun tidak harus turut dalam aksi pengejaran terhadap pelaku kriminalitas. Warga bisa membantu dengan melapor bila terjadi kejadian atau tindakan kriminal. "Kami tidak menyebutkan nilai uangnya, anggap saja sebagai tali asih, tetapi piagam membantu, sangat luar biasa keberaniannya," kata Anggara seusai memimpin upacara.

Salah satu penerima penghargaan, Rangga Abiyasa Kharisma, mengaku tidak menduga dirinya bakal mendapatkan penghargaan. Ia mengaku senang karena peran serta dirinya kala itu dapat membantu polisi dalam menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat. Ia juga berharap tak ada lagi peristiwa pembegalan di wilayah Kulonprogo. "Saya berpesan bantulah [kepolisian] semampunya, jangan takut," katanya.

Ia juga berpesan agar Polres Kulonprogo segera menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya kasus tersebut bukanlah tindakan kriminal bisa. "Kalau tidak diproses, pelaku merasa di atas angin, maka harus di proses," ujarnya. Saat ini MD dan JD tengah dititipkan kembali ke keluarga masing-masing. Polisi masih mengejar dan menetapkan enam pelaku lain dalam daftar pencarian orang Polres Kulonprogo.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia