TERDUGA TERORIS: Penyuka Lawasan yang Tertutup dari Masyarakat, tetapi Gaul Saat Jualan

Tembok rumah GR yang berbatasan di Dusun Terung, Desa Wedomartani, Ngemplak Sleman. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
17 Juli 2018 22:17 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Ghaniy Ridhianto disebut-sebut sebagai GR yang merupakan terduga teroris yang didor polisi hingga tewas dalam baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9, Sleman, Sabtu (14/7/2018). Ghaniy juga dikenal sebagai juragan furnitur, tetapi ia tidak tergabung dalam asosiasi pengusaha mebel di DIY.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY Timbul Raharjo mengaku tahu tentang GR, tetapi tak mengenalnya secara akrab. Pasalnya usaha yang dijalankan oleh GR tak terdaftar dalam keanggotaan HIMKI.

Timbul mengatakan sejauh yang ia ketahui, GR banyak bergerak pada bisnis interior dan aksesoris rumah. Ia memprediksi usaha yang dijalankan oleh GR tersebut punya komunitas tersendiri yang tidak masuk dalam asosiasi. Sebab menurutnya ada begitu banyak pengusaha mebel yang tak tergabung dalam asosiasi seperti HIMKI ataupun Asmindo. Mereka biasanya punya jaringan sendiri untuk memasarkan produknya. Atau bahkan mereka merupakan subbisnis dari pengusaha kuliner berupa kafe ataupun resto yang bertugas mengisi mebel di core bisnis tersebut.

"Misalnya ada franchise baru, berupa cafe. Nah pengusaha yang masuk dalam subbisnis ataupun kelompok tersendiri inilah yang menyuplai kebutuhan mebelnya. Jadi kami kadang tidak tahu dan tidak terdeteksi oleh pemerintah ataupun asosiasi. Karena bisnisnya murni B to B," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (15/7/2018).

Mebel furniturnya bergaya vintage dan diberi nama Jovinco yang merupakan singkatan dari Jogja Vintage Corner. Bagi tetangga sekitar rumahnya yang terletak di Dusun Terung, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Ghaniy merupakan sosok yang tertutup dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan bersama warga sekitar. Sosok Ghaniy pun membuat para tetangga bertanya-tanya.

Misalnya saja Saefudin Zuhri yang rumahnya hanya berjarak sekitar dua meter dari bangunan yang didaftarkan namanya di Google sebagai Jovinco Showroom. Dia acap mengetahui aktivitas keseharian di balik tembok tinggi tersebut.

“Sering kali mendengar bunyi-bunyi seperti gerinda,” kata Saeuddin kepada Harianjogja.com, Senin (16/7/2018).

Ia menganggap itu hanya showroom furnitur biasa. Pemiliknya jarang terlihat dan Saefudin mengiranya sangat sibuk. Kadang ia mencoba bertegur sapa saat berpapasan.

“Saya senyumin dia, dia mukanya malah datar. Selintas saja ketemu,” ucap dia.

Saefudin mulai menaruh syak wasangka tatkala sebulan lalu melihat isi halaman rumah itu. “Ada sasaran tembak, seperti dari kayu, berbentuk lingkaran, di tiap sisinya ada tulisan kafir.”

Namun, dalam urusan bisnis, ia cukup gaul dan modern dalam pemasaran. Bisnisnya itu pun merambah pasar ekspor.

Hal itu bisa terlihat dalam akun instagram Jovinco yang dengan apik menata feed serta menyajikan potret produk secara profesional dan menunjukkan kualitas produk jualannya. Ada pula postingan mengenai proses pembuatan mebel, pengiriman barang baik menggunakan Go-Box maupun menggunakan kendaraan lawas miliknya. Feed instagramnya bisa dikatakan artistik dan menarik minat pembeli untuk mengetahui lebih jauh soal produk.

Dari feed medsos tersebut, terlihat pemilik Jovinco merupakan sosok penyuka lawasan. Hal itu tertuang dari gaya mebel yang ia pasarkan. Selain itu, terlihat dari kendaraan lawasan yang dikoleksi misalnya VW Combi Dakota, Datsun Pick Up, Mercedes Benz W108-280S atau disebut Mercy Kebo, VW Combi, serta truk Daihatsu Delta tahun 70-an.

Jovinco juga punya akun lain yakni JOVINCO CATALOG. Akun ini bermanfaat bagi pelanggan yang ingin mengetahui harga dari setiap furnitur yang ditawarkan.

Akun tersebut memiliki sebanyak 4.933 pengikut dan 468 kiriman di mana kiriman pertama pada 19 Juni 2014 dan postingan terakhir pada 6 Juli 2018 dengan gambar daun dengan caption:

MARKIBUN [mari Kita berkebun] ...
#fridayoffwork
#monsterafanclub
#monsteraaddict
#minijungle

 

Jovinco memiliki 233 akun yang diikuti. Dari akun yang diikuti, rata-rata merupakan akun yang berhubungan dengan furnitur. Ada pula akun mengenai otomotif terutama lawasan, tetapi ada satu akun privat yang juga diikuti yakni airgun_airsoftgun_markett.

Jovinco juga bisa dikatakan responsif terhadap komentar netizen. Dalam beberapa postingan, Jovinco terkadang membalas komentar lucu warganet dengan sedikit guyonan. Jika ada tetangga yang mengaku Ghaniy hanya tersenyum datar ketika disapa, berbeda ketika ia diliput salah satu koran lokal yang menyoroti gaya skandinavia yang diadopsi. Dalam foto berita itu Ghaniy tampak tersenyum meskipun tidak lebar. Ia juga pernah masuk majalah yang mengupas tentang bisnis furniturnya dengan tren vintage.

Jovinco juga mengunggah hasil liputan tersebut dan mendapatkan komentar positif dari warganet.

Tak hanya itu, furnitur dan studio Jovinco juga beberapa kali dipakai untuk keperluan syuting. Misalnya Midcentury Gondola Sofa yang digunakan dalam syuting video klip Soekamti7thalbum dari band kenamaan Endank Soekamti. Film Talak Tiga yang dibintangi Laudya Cynthia Bella, Vino G Bastian, Reza Rahadian, Tika Panggabean, dan Dodit Mulyanto juga menggunakan furnitur Jovinco sebagai properti syuting.

Art Film School Indonesia juga sempat memanfaatkan studio dan furnitur untuk keperluan syuting.

Founder Jovinco lainnya yakni Syam Fadil Muhammad yang merupakan adik Ghaniy. Dilansir dari laman Go-Jek Indonesia, Jovinco sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah usaha keluarga yang mendapat banyak dukungan dari saudara dan rekan. Salah satunya adalah saudara Fadil yang seorang fotografer, yang kemudian bekerja sama untuk membantu marketing Jovinco sendiri.

Mereka memulai bisnis furnitur vintage ini pada 2013. Sebelum pindah ke showroom yang sekarang pada 2015, Jovinco berada di JL Seturan, No. 29A, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, 55281, Indonesia.

Selama berada di Seturan, Ghaniy juga aktif dalam kegiatan Idul Adha1437 H/ 2016 M Masjid Al-Fath Perumahan APH. Ia menjadi ketua panitia kurban. Dalam undangan yang ia buat untuk para tetangga, warga perum APH Seturan Baru, ia meminta bantuan dan kerja sama dalam prosesi penanganan hewan kurban dan membawa pisau masing-masing. Ia juga meminta, "Khusus bagi para Shohibul Qurban dimohon kehadirannya pada waktu penyembelihan Hewan Qurban, karena sunnahnya Shohibul Qurban menyaksikan penyembelihan hewan qurbannya."

Ad Tokopedia