Advertisement
Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
Ilustrasi leptospirosis, - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Musim hujan meningkatkan risiko penularan leptospirosis. Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat 13 kasus kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, menjelaskan bahwa leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius saat curah hujan tinggi. Kondisi lingkungan yang basah dan genangan banjir mempermudah penyebaran bakteri tersebut.
Advertisement
“Leptospirosis sering muncul saat musim hujan dan banjir, sehingga masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat beraktivitas di lingkungan yang tergenang air,” kata Samsu, Selasa (13/1/2026).
Data Kasus dan Risiko Kematian
BACA JUGA
Berdasarkan data Dinkes Bantul, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 237 kasus leptospirosis di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 13 kasus di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Meskipun hingga awal Januari 2026 belum ditemukan laporan kasus baru di Bantul, Samsu menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat puncak musim hujan masih berlangsung.
Samsu menekankan bahwa pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan. Beberapa imbauan penting bagi masyarakat antara lain:
- Hindari Genangan: Sebisa mungkin tidak mengarungi air banjir atau genangan yang berpotensi terkontaminasi urine hewan.
- Gunakan Alat Pelindung: Gunakan alas kaki atau sepatu bot saat beraktivitas di lahan basah atau pertanian.
- Kebersihan Diri: Rutin mencuci tangan dan kaki dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas.
- Sanitasi Lingkungan: Menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus.
Dinkes Bantul juga mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala klinis setelah terpapar air banjir atau genangan.
“Segera periksa jika mengalami demam tinggi, nyeri otot (terutama di bagian betis), sakit kepala, atau mata merah. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




