Balai Pemberdayaan Masyarakat Beri Pelatihan untuk Warga Terdampak Bandara

Suasana pelatihan bahasa Inggris di salah satu ruang kelas di BPM, Senin (16/7 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
17 Juli 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—PT Angkasa Pura I (AP I) membangun Balai Pemberdayaan Masyarakat (BPM) di sebelah timur Kantor Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (PPBIY). BPM akan memberikan pelatihan hardskill, softskill dan kompetensi bagi warga terdampak New Yogyakarta International Airport (NYIA) sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, mengungkapkan peresmian BPM merupakan salah satu bentuk tanggung jawab AP I terhadap warga terdampak pembangunan NYIA agar mereka bisa mengembangkan keahlian. Pelatihan yang diberikan bagi warga terdampak, antara lain program pengembangan pariwisata berupa pelatihan bahasa Inggris. Selain itu ada juga program pendukung konstruksi bandara berupa pelatihan pertukangan batu dan kayu, pelatihan las, dan teknik pendinginan.

Ia mengungkapkan, jajarannya memfasilitasi pelatihan agar para peserta bisa memenuhi standar tenaga kerja. Apalagi mengingat tenaga kerja yang dibutuhkan bukan hanya di bandara melainkan juga kebutuhan stakeholder lain terkait dengan aktivitas kebandaraan maupun non-kebandaraan. Pelatihan yang diberikan kepada warga lewat BPM akan dievaluasi dalam waktu tertentu. Apabila memberikan banyak dampak positif dan kemanfaatan, pelatihan akan diteruskan [dibuka untuk jangka panjang].

"Harapan kami semua siswa bisa mengikuti proses belajar sebaik-baiknya agar semua meraih kemampuan sesuai standar. Dengan kualitas pendidikan baik, maka tenaga kerja dari Kulonpogo bisa terserap baik," kata Faik Fahmi di sela-sela peresmian BPM sekaligus penandatanganan nota kesepahaman antara AP I, Pemkab Kulonprogo, Badan Pendidikan Pelatihan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklit Pensos) Kementerian Sosial tentang kerja sama pendidikan, pelatihan, penelitian dan penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat bagi warga terdampak pembangunan NYIA di Kulonprogo, Senin (16/7/2018).

Juru Bicara Proyek NYIA AP I, Kolonel Pnb. Agus Pandu Purnama, mengatakan selain sebagai bentuk komitmen dan kontribusi AP I terhadap pengembangan keahlian warga di wilayah pembangunan NYIA, BPM merupakan wahana untuk mempersiapkan warga dalam menyambut NYIA di Kulonprogo. "Bandara ini tidak hanya milik AP I atau pemerintah, namun juga harus dirasakan kehadirannya dan disiapkan bersama dengan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyatakan Pemkab mengapresiasi upaya dan kontribusi yang telah diberikan oleh AP I untuk turut mempersiapkan warga Kulonprogo dalam menyambut NYIA. Melalui peresmian BPM dan penandatanganan MoU tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi peningkatan kompetensi dan keterampilan bagi warga terdampak, untuk memperoleh pekerjaan baru serta mengurangi angka pengangguran di Kulonprogo.

Gedung BPM yang beralamat di Desa Palihan, Kecamatan Temon, memiliki dua ruang kelas untuk aktivitas belajar mengajar berkapasitas 35 orang per kelas. Sebelumnya AP I juga telah mengadakan pelatihan tenaga pengamanan untuk 80 orang, beberapa di antaranya kini sudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu diselenggarakan pula pelatihan kewirausahaan untuk warga dari lima desa terdampak serta pendampingan dan konseling perencanaan keuangan.

Ad Tokopedia