Empat Tahun Tak Berfungsi, Saluran Irigasi di Godean Diaktifkan Lagi

Alat berat dioperasikan untuk memperbaiki saluran irigasi di Dusun Sembuh Kidul, Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Rabu (8/8 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
08 Agustus 2018 22:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN—Saluran irigasi di Kecamatan Godean diperbaiki untuk diaktifkan kembali. Saluran irigasi tersebut mencukupi kebutuhan air area persawahan di Godean. Perbaikan dilakukan oleh petugas Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) DIY.

Staf lapangan BPSDA DIY, Arianto, mengatakan saluran irigasi tersebut sudah tidak berfungsi selama empat tahun terakhir. "Sudah sejak lama tidak berfungsi, dan selama ini kami belum menemukan penyebabnya," kata Arianto saat ditemui di salah satu titik lokasi perbaikan di Godean, Rabu (8/8/2018).

Menurut Arianto, perbaikan dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali saluran irigasi sekunder di Saluran Irigasi Van Der Wijck, Godean, Sleman. Saluran Irigasi Van Der Wijck menjadi bagian dari jaringan Saluran Induk Mataram. "Saat ini dilakukan pengerukan di saluran irigasi yang sudah dangkal akibat endapan lumpur, kami melakukan pengerukan dengan kedalaman sekitar dua meter," katanya.

Saluran irigasi yang diperbaiki sepanjang lima kilometer. Sementara panjang Saluran Irigasi Van Der Wijck yaitu 45 kilometer. Saluran sekunder tersebut direncanakan diaktifkan lagi dengan mempertimbangkan debit air di hulu.

Ketua Gapoktan Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Jumeni, mengatakan air untuk kebutuhan petani di wilayahnya Godean selama ini sangat mencukupi. Menurut Jumeni, musim kemarau seperti saat ini petani di sisi utara Selokan Mataram banyak yang beralih menanam hortikultura, sedangkan petani di sisi selatan Selokan Mataram tetap menanam padi. "Sebagian petani kini menyesuaikan jenis komoditas yang ditanam, terutama menyesuaikan dengan pasokan airnya," kata Jumeni, Rabu.

Ad Tokopedia