SMAN 1 Wonosari Diharapkan Juara Nasional Lomba Perpustakaan

Kegiatan visitasi oleh dewan juri lomba perpustakaan tingkat nasional di SMAN 1 Wonosari, Jumat (10/8/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
11 Agustus 2018 06:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Wakili DIY dalam ajang lomba perpustakaan sekolah tingkat SLTA, SMAN 1 Wonosari diharapkan dapat memberikan yang terbaik, menjadi juara tingkat nasional.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Monika Nur Lastiyani mengatakan, lomba perpustakaan ini tahapannya cukup panjang, sehingga sekolah harus bisa memberikan yang terbaik.

“SMAN 1 Wonosari ini yang kami pilih mewakili DIY untuk tingkat nasional. Perlu diketahui penilaian ini bertahap. Pertama penilaian berkas, yang masuk perpustakaan nasional ada 34 provinsi. Dari 34 itu dipilih 15 yang divisitasi salah satunya SMAN 1 Wonosari,” ujar Monika, disela kegiatan visitasi oleh dewan juri tingkat nasional, di SMAN 1 Wonosari, Jumat (10/8/2018).

Ia mengatakan, setelah tahap visitasi ini tahap berikutnya adalah kepala perpustakaan SMAN 1 Wonosari harus presentasi di tingkat nasional, yang merupakan tahap terakhir. “Harapannya bisa menjadi juara nasional wakil DIY ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Wonosari, Muh Taufiq Salyono mengatakan sudah mempersiapkan untuk lomba perpustakaan ini sudah dari jauh hari.

“Sejak 2017 kami persiapkan mulai desain interior ruangan. Selain itu dari sisi siswanya juga kami kondisikan siswa untuk senang dengan buku, meningkatkan kegiatan dengan literasi. Berbagai workshop kami lakukan penulisan cerpen, puisi, prosa,” katanya.

Selain itu pihaknya mengajak masyarakat luas untuk gemar membaca dengan kegiatan funbike, yang dibarengi dengan bazar buku, lapak baca dan membuka donasi buku. “Kami juga bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan anak dalam sebulan sekali kami meminjamkan buku,” ujarnya.

Taufiq berharap dengan adanya perpustakaan di sekolah ini dapat meningkatkan pencerahan bagi para siswa lebih berkaraketr beradab mulia dan menjadi generasi yang berbudaya.

Salah satu dewan juri yang melakukan visitasi, Sudirwan Hamid mengatakan lomba perpustakaan tingkat SLTA ini merupakan program dari perpustakaan nasional RI. “Kegiatan ini salah satu alat untuk mengukur sejauh mana sebuah perpustakan berjalan maksimal dan berjalan sesuai standar,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamantkan dalam Undang-Undang 1945, dapat dilakukan dengan berbagai cara baik formal maupun non formal.

“Pendidikan formal dapat di sekolah. Sedangkan tidak kalah pentingnya non formal, salah satunya melalui perpustakaan ini kami harapkan dapat meningkatkan kualitas SDM [Sumber Daya Manusia] sehingga masyarakat semakin sejahtera dan maju,” ujarnya.