Advertisement

Kampanye Transportasi Tanpa Mesin Terus Digalakkan di Gunungkidul

Jalu Rahman Dewantara
Minggu, 12 Agustus 2018 - 15:20 WIB
Arief Junianto
Kampanye Transportasi Tanpa Mesin Terus Digalakkan di Gunungkidul Ilustrasi sepeda - HarianJogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Transportasi ramah lingkungan kini tengah digalakkan di Gunungkidul dengan sasaran utama adalah pelajar.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan tujuan dari program ini adalah sebagai upaya mengurangi polusi udara. Selain itu juga menekan angka kecelakaan lalu lintas. Adapun untuk mewujudkan program tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul.

Advertisement

"Kami dan Disdikpora Gunungkidul sudah menyosialisasikan perihal transportasi ramah lingkungan ini kepada masyarakat, khususnya pada anak-anak sekolah. Karena nyatanya masih ditemui anak di bawah umur yang menggunakan sepeda motor ke sekolah," kata Ahmad, Minggu (12/8/2018).

Ahmad mengatakan banyak transportasi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, di antaranya sepeda, skateboard ataupun yang sejenis. "Untuk para difabel juga dapat memanfaatkan kursi roda tanpa mesin," ucap dia.

Program penggalakan transportasi ramah lingkungan juga didukung Bupati Gunungkidul Badingah. Menurutnya program ini jika disasarkan dengan benar bisa berdampak positif. "Yang pasti kan memang dapat mengurangi tingkat polusi, menurunkan angka kecelakaan, dan jika anak-anak bersepda maka mudah terpantau orsng tua," kata Badingah.

Adapun upaya yang dilakukan Pemkab Gunungkidul adalah denga melakukan sosialisai mulai dari tingkat RT dan RW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU

News
| Kamis, 16 April 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement