Polisi Telusuri Penyebar Hoaks Aksi #2019GantiPresiden

Ilustrasi hoaks. - JIBI
31 Agustus 2018 17:17 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Polresta Jogja bakal menelusuri penyebar pesan berantai yang berisi seruan aksi #2019GantiPresiden. Pesan berantai itu dinilai sebagai berita bohong lantaran sejumlah orang yang disebutkan dalam pesan tersebut menampik keterlibatannya.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Armaini mengatakan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pesan berantai yang tersebar tanpa sumber yang jelas dan tidak bertanggung jawab. Terlebih pesan berantai seruan aksi pada Minggu (2/9/2018) di Titik Nol, Kota Jogja itu dinilainya dapat memecah belah dan membuat suasana tidak kondusif.

Untuk itu pihaknya pun akan melakukan penelusuran terhadap penyebar pesan berantai tersebut. "Penyebar hoaks tentu saja akan coba kami telusuri," katanya saat dihubungi, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, ia juga meyakini aksi tandingan yang merespon aksi seperti yang ada di pesan berantai tersebut tidak ada. Pasalnya jika memang ada aksi tandingan atau aksi apapun harus melalui izin kepolisian, dan sampai saat ini belum ada izin yang masuk.

"Memang aksi tandingan mungkin sebagai reaksi masyarakat. Tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan ke kami. Kami yakini tidak ada [aksi tandingan]," ujarnya.

Kendati demikian pihaknya akan tetap melakukan pemantauan di lapangan berkaitan dengan adanya pesan berantai yang berisi seruan aksi tersebut. Hal ini akan disikapinya dengan normal, melakukan pengawasan tanpa harus memberlakukan siaga satu.

Sebelumnya dalam pesan berantai tersebut tercantum sejumlah nama organisasi seperti Front Jihat Islam (FJI) DIY, dan Front Pembela Islam (FJI) DIY. Namun dua organisasi tersebut telah memberikan klarifikasi dan menyatakan tidak terlibat dalam aksi tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FJI DIY, Abdurrahman mengaku pihaknya tidak mendapatkan pemberitahuan apapun terkait acara tersebut. Pihaknya merasa dicatut dengan adanya pesan berantai itu.

"Kami berharap dari aparat [kepolisan] mencari penyebarnya [pesan berantai]. Dan Nanti kami juga akan membantu mencari juga penyebarnya," kata Abdurrahman.