SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Kondisi bangunan usai diterjang puting beliung di Jogja, Selasa (24/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengingatkan agar warga Jogja selalu siap mengantisipasi terjadinya bencana. Keberadaan Kampung Tangguh Bencana (KTB) harus dioptimalkan ketika bencana datang.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan hidup bersama dengan bencana menuntut warga agar bisa meningkatkan ketrampilan dan kemampuan agar terhindar dari resiko bencana. Alasannya, kerentanan warga terhadap bencana terutama faktor keterbatasan pemahaman tentang risiko-risiko di sekeliling bisa berakibat fatal. "Oleh karenanya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana harus terus ditingkatkan, secara cepat dan tepat dengan standar keselamatan yang tinggi," katanya, Senin (1/10/2018).
KTB di Jogja, kata Haryadi, dimaksudkan untuk menyiapkan warga menghadapi bencana secara cepat dan tepat. KTB memberi pengalaman langsung dalam penanganan bencana. "Kami berharap ditemukan metode dan indikator penanganan bencana yang paling efektif dan efisien,” kata Haryadi.
Menurut dia wilayah Kota Jogja termasuk area dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan berada di bantaran sungai sehingga dapat menjadi salah satu faktor sulitnya evakuasi saat terjadi bencana. “Kami berharap, keberadaan KTB dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi yang diakibatkan oleh berbagai bencana baik banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran serta puting beliung,” ujar Haryadi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja Hari Wahyudi mengungkapkan warga KTB selama ini dibekali dengan simulasi terkait ancaman kebencanaan. “Simulasi bencana diberikan agar warga terbiasa dan tahu harus melakukan apa saat terjadi bencana. Untuk membiasakannya perlu diadakan rutin, skala kecil-kecil saja,” ujarnya.
Fungsi KTB, katanya cukup penting untuk mempersiapkan masyarakat di wilayah. Mengingat mereka yang tahu dan dekat dalam menangani awal jiak terjadi bencana sehingga lebih cepat. “Jika tidak bisa ditangani KTB, maka akan dikoordinasikan dengan Pusdalops BPBD Jogja untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.