Kabar Politik Uang di Pilkades Bantul Menyeruak, Warga Diberi Rp40.000

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 09 Oktober 2018 21:05 WIB
Kabar Politik Uang di Pilkades Bantul Menyeruak, Warga Diberi Rp40.000

ILustrasi Politik uang/JIBI-Reuters

Harianjogja.com, BANTUL– Praktik politik uang disinyalir masih marak dalam gelaran Pemilihan Lurah Desa (Pilurdes) Temuwuh, Kecamatan Dlingo. Hal ini diperkuat adanya isu pembagian uang oleh tim dari salah satu calon petahana.

Salah seorang warga di Dusun Salam, Desa Temuwuh, Purwanto membenarkan adanya isu pemberian uang oleh calon. Menurut dia, pembagian dilakukan kepada warga di Dusun Salam yang meliputi RT 5 dan RT 6. “Kami menemukan praktik ini pada Senin [8/10] sore. Intinya warga diminta untuk mencoblos calon petahana,” kata Wanto kepada wartawan, Selasa (9/10/2018).

Menurut dia, di dalam praktik ini warga diberi uang Rp40.000 yang berbentuk pecahan Rp20.000 sejumlah dua lembar dan telah distaples. Ia pun berharap, praktik ini bisa dihentikan agar pelaksanaan pemilihan di Temuwuh dapat berjalan dengan bersih dan adil. “Temuan ini sudah kami laporkan ke panitia dan kami menunggu itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” imbuhnya.

Terpisah, calon petahana nomor urut dua, Suradi saat dikonfirmasi membantah telah melakukan praktik politik uang. Menurut dia, isu ini dihembuskan sebagai bagian dari kampanye hitam terhadap dirinya. “Prinsip saya semua diserahkan ke warga. Kalau mau memilih silahkan, tapi kalau tidak juga bukan menjadi masalah,” katanya.

Suradi menilai isu-isu miring yang dihembuskan agar tidak terpilih kembali sebagai Lurah Desa Temuwuh. “Memang terus dipojokan, tapi biarlah semua berjalan apa adanya. Yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan selama menjabat lurah sudah sesuai dengan perencanaan dan tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja dalam APBDes,” imbuhnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online