Jalan Tol di DIY Tak Boleh Hilangkan Kearifan Lokal

Ilustrasi jalan tol. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
17 Oktober 2018 06:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - DPRD DIY belum menentukan sikap secara resmi terkait rencana pembangunan tol. Namun mendorong agar pembangunan tol di wilayah Jogja tidak menghilangkan nilai kearifan lokal. Selain itu keberadaan tol harus memberikan manfaat bagi warga masyarakat sekitar.

Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto mengatakan, DPRD DIY belum melakukan pembahasan lebih detail terkait rencana pembangunan tol di Jogja. Tetapi ia berharap pembangunan tol memperhatikan multiaspek. Karena seringkali keberadaan tol di berbagai daerah kurang memberikan manfaat secara langsung bagi warga sekitar terutama dari sisi ekonomi.

Berbeda dengan jalur klasik atau sebelum ada tol, dimana roda perekonomian warga di sepanjang jalan bisa berputar karena pengguna jalan masih bisa berhenti untuk sekedar berbelanja. Arif menegaskan kearifan lokal itu jangan sampai hilang ketika tol dibangun di wilayah DIY.

"Saya kira memang perlu pertimbangan matang. Karena jalan tol itu ketika sudah terbangun berbagai sisi kehidupan di sekitarnya bergeser dan berubah, sosiokultural kita," ungkapnya, Selasa (16/10/2018).

Oleh karena itu, lanjutnya, keputusan DPRD Jawa Tengah yang menolak tol Jogja - Bawen harus dihormati semua pihak. Ia meyakini keputusan legislatif Jawa tengah itu merepresentasikan warganya. "Pemerintah pusat tidak boleh memaksakan kebijakan itu ketika memang masyarakat lokal yang direpresentasikan anggota dewan menolak," ujarnya.

Arif menegaskan ada sejumlah dampak yang ditimbulkan akan keberadaan tol baik sosiokultural maupun ekonomi. Kajian yang harus dilakukan tidak hanya dari sisi keamanan lalu lintas, pembebasan lahan dan soal ekonomi semata, namun juga harus mengkaitkan dengan persoalan sosial. Tak kalah pentingnya terkait dengan kelestarian lingkungan, jangan sampai tol justru menabrak titik pepohonan milik warga yang sudah tumbuh dengan baik.

"Saya bukan pihak yang anti terhadap pembangunan jalan tol tetapi harus mempertimbangkan masak-masak ketika jalan tol itu akan diadakan," katanya.

Ia menyadari pengembangan transportasi mendesak dilakukan di DIY terutama berkaitan dengan beroperasinya bandara NYIA di Kulonprogo. Namun politikus PAN ini menyarankan agar hasil dari konsep pembangunan tidak bertentangan dengan sosiokultural masyarakat.

Selain itu disarankan untuk memilih jalur yang tidak produktif atau lahan yang belum bisa termanfaatkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan. "Harus memperhatikan kearifan lokal juga," kata dia.

Anggota Unit Manajemen Proyek Tim Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan DIY Rani Sjamsinarsi menyatakan DIY belum diajak diskusi lebih lanjut terkait rencana pembangunan tol. Sehingga belum ada keputusan apapun terkait perencanaan yang bisa ditindaklanjuti Pemda DIY.

Namun secara prinsip, ia sepakat bahwa keberadaan tol harus memberikan dampak yang baik untuk masyarakat sekitar. Sehingga tol tersebut tidak sekedar melewati saja tanpa memberikan manfaaat apapun.

"Harus memberikan dampak positif bagi daerah, kita tentu nggak ingin lah jalan tol hanya lewat saja. Kalau tol itu kan memang, tol memang jalan antar provinsi tetapi kita harus mendapatkan manfaat atau dampak positif dari itu," katanya.