Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL—Berkas enam tersangka pengeroyokan seorang penonton laga sepakbola Derbi DIY hingga tewas pada Juli lalu di Stadion Sultan Agung Bantul, Muhammad Iqbal Setiawan, 16, kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul. Polisi masih menununggu hasil penelitian jaksa sebelum melimpahkan tersangka berikut barang buktinya.
"Sudah kami limpahkan berkasnya ke Kejaksaan [Negeri Bantul]. Sebelumnya sempat ada perbaikan dan sudah kami lengkapi. Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi lagi dari pihak kejaksaan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jetis, AKP Muhammad Sholeh, kepada Harian Jogja, Minggu (21/10).
Muhammad Iqbal Setiawan meninggal dunia setelah dikeroyok oleh enam suporter seusai menonton pertandingan antara PSS Sleman dan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung pada 26 Juli lalu. Menurut penuturan pihak keluarga, Iqbal bukanlah pendukung dari salah satu klub bola, melainkan hanya ingin menonton pertandingan Derbi DIY tersebut.
Usai kejadian, polisi langsung menangkap sejumlah orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut dan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Sholeh mengatakan sampai berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri jumlah tersangka masih enam orang. "Sekarang tersangka kami titipkan di Rumah Tahanan Pajangan," ujar Sholeh.
Dia menyatakan tidak ada kendala selama proses pemeriksaan. Hanya butuh waktu untuk melengkapi barang bukti. Selama pelimpahan di Kejaksaan, pihaknya juga sudah melengkapi berkas untuk menguatkan tindakan pengeroyokan yang menghilangkan nyawa orang tersebut.
Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bantul, Sabar Sutrisno, saat dimintai konfirmasi soal berkas enam tersangka mengaku belum bisa berkomentar. Dia akan mengecek terlebih dahulu berkas yang sudah dilimpahkan polisi tersebut.
Sementara itu, keenam tersangka yang sudah dirilis Polres Bantul, beberapa waktu lalu, yakni Wahyu Timur Pribadi, Lutfan Gian Firdaus, Muhammad Thoriq Suwandaru, Rizki Andrianto, Ferdianyah Dwiki Kurniawan, dan Hawinta Akhsani Taqwim. Dari keenam tersangka, tiga di antaranya berstatus mahasiswa.
Irwan Suryono, paman korban, sebelumnya meminta polisi tidak hanya berhenti pada enam tersangka. Melainkan menangkap juga orang-orang yang diduga memerintahkan pengeroyokan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kenduri Jenang Suran di Pringgokusuman kembali digelar sebagai tradisi syukur Tahun Baru Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya Kota Jogja.
Mahasiswa UGM menjalankan KKN di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, dengan program digitalisasi desa, pengembangan wisata, dan olahan sirup mangrove.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah. BMKG mencatat sudah terjadi 1.374 gempa susulan pascagempa M 6,7.