Advertisement
Perahu Terbalik, Tiga Nelayan Gunungkidul Berhasil Diselamatkan
Proses evakuasi nelayan yang kapalnya terbalik - YouTube/Sar Baron
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebuah perahu pencari lobster milik nelayan Pantai Baron terbalik di kawasan Pantai Buluk, Desa Kemadang, Tanjungsari, Minggu (21/10/2018) sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karenaa ketiga nelayan dapat diselamatkan oleh tim SAR.
Laka laut yang mengakibatkan perahu terbalik ini bermula saat ketiga nelayan, Sumardi, Eksan Wisnu Ardiyan dan Iksa Prayuda mencari lobster di Pantai Buluk. Proses pencairan dilakukan di tepi-tepi tebing di kawasan pantai tersebut.
Advertisement
Nahas saat asyik mencari dengan menggunakan rendet, tiba-tiba datang ombak besar. Hempasan ini membuat kapal oleng dan kemudian terbalik. Para nelayan pun tercebur ke laut, namun ketiganya dapat berenang dan menaiki kapal yang telah terbalik.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II DIY Surisdiyanto mengatakan, peristiwa kapal milik nelayan terbalik dilaporkan oleh salah satu pemancing yang tak jauh dari lokasi kejadian. Usai mendapatkan laporan, tim SAR pun langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban.
BACA JUGA
“Kami langsung datang membawa perahu untuk menolong ketiga nelayan,” katanya kepada wartawan, Minggu (21/10/2018).
Menurut Suris, meski kapal terbalik namun ketiga nelayan berhasil diselamatkan. Meski sempat mengalami syok, dua korban atas nama Yuda dan Eksan langsung dibawa pulang. Sedang korban Sumardi sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari untuk mendapatkan perawatan.
“Kondisinya baik, meski sempat syok akibat perahu terbalik,” ungkapnya.
Suris menambahkan, kecelakaan yang melibatkan armada nelayan bukan pertama kalinya. Untuk itu, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bersama sehingga potensi kecelakaan bisa ditekan sekecil mungkin.
“Yang bisa dilakukan harus terus berhati-hati dan terpenting saat melaut menggunakan alat pengaman diri, salah satunya jaket pengaman. Pelampung ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko fatal saat terjadi laka laut,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II DIY Marjono. Menurut dia, kewaspadaan tidak hanya untuk nelayan, namun pengunjung di kawasan pantai juga waspada.
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi untuk mengulangi risiko laka, maka semua harus berhati-hati sehingga tidak menjadi korban,” katanya.
Marjono menuturkan, untuk pengawasan di kawasan pantai dilakukan beberapa cara. Selain memasang papan peringatan di area berbahaya, petugas juga melakukan pemantauan baik melalui pos pantau atau berbaur dengan pengunjung yang bermain di kawasan pantai.
“Kita terus melakukan pengawasan dan saat ada yang bermain di area berbahaya akan diingatkan agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan,” ungkpanya.
Berikut video evakuasi nelayan:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPBD: 14.537 Warga Nagan Raya Aceh Terdampak Banjir Bandang
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Upacara Ganti Dwaja di Pakualaman Jogja Jadi Daya Tarik Wisatawan
- Kelurahan Gowongan Jogja Rilis Buku untuk Edukasi Anak Pilah Sampah
- Uji Coba Malioboro Full Pedestrian, Pedagang Tetap Bisa Melintas
- Menekraf Riefky: JAFF Market 2025 Perkuat Ekosistem Film Nasional
- Akademisi Bahas Pendidikan Islam di Era Masifnya AI
Advertisement
Advertisement



