Galang Dana, Kejari Bantul Lelang Lukisan Batik Karya Mary Jane

Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Zuhandi (tiga dari kiri) memberikan batik lukis karya Mary Jane F. Veloso kepada warga yang menang dalam lelang. Karya terpidana mati kasus narkoba tersebut dilelang dalam acara Kejaksaan Negeri Bantul Peduli Donggala dan Palu, Jumat (2/11/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
02 November 2018 15:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lukisan milik terpidana mati kasus narkoba asal Filipina Mary Jane F Veloso atau yang akrab disapa Mary Jane dilelang. Bersama sejumlah karya warga binaan (narapidana) lainnya, lukisan Mary Jane itu dilelang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul

Lelang itu dilakukan Kejari Bantul dalam rangka penggalangan dana untuk korban bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Alhasil, karya Mary Jane yang berupa lukisan batik itu berhasil terjual dengan harga Rp6 juta.

Proses lelang itu sendiri berlangsung cukup cepat yang diikuti oleh semua kalangan, termasuk Bupati Bantul Suharsono. Namun akhirnya lukisan jatuh pada Lutfi Setya Budi, seorang kontraktor asal Wonokromo, Pleret, Bantul, yang tawarannya lebih tinggi, yakni Rp6 juta.

Lutfi awalnya tidak mengetahui dalam acara penggalangan dana untuk korban bencana tersebut ada lelang karya warga binaan pemasyarakatan. Pada pertengahan acara ia tertarik saat ada proses lelang karya Mary Jane. “Saya tidak mengenal Mary Jane, namun dari berita-berita yang saya baca, warga Filipina itu termasuk orang yang tangguh,” ucap dia seusai lelang.

Bagi Lutfi, lukisan Mary Jane merupakan salah satu ungkapan pemberontakan secara halus dari salah seorang warga negara asing yang usianya tinggal menghitung hari di negeri orang. "Saya tidak tahu itu lukisan apa tapi dalam ancaman hukuman mati dia membuat karya. Ibarat pepatah migunani tumraping liyan. Saya sangat mengapresiasi, " ujar Lutfi seusai menerima batik lukis karya Mary Jane.

Batik lukis yang dibingkai dengan frame kaca berukuran sekitar 90 x 60 sentimeter dengan warna dasar kain merah itu rencananya akan disimpan Lutfi sebagai kenang-kenangan. Bagi Lutfi lukisan tersebut bisa memberi motivasi bagaimana hidup harus memberikan manfaat buat orang lain, sekecil apapun.

Batik lukis itu dibuat Mary Jane pada 3 September 2018 lalu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Jogja atau lapas khusus perempuan yang berdampingan dengan Lapas Kelas IIA Jogja. Karya itu merupakan permintaan dari Kepala Rumah Tahanan Bantul, Soleh Joko Sutopo. "Kemudian karya itu saya bingkai dan menjadi koleksi, " kata Soleh saat dihubungi secara terpisah.

Seperti diketahui, Mary Jane sudah divonis mati, bahkan ia sempat akan dieksekusi pada 2015 lalu. Namun eksekusi ditunda berdasarkan permintaan pemerintah Philipina. Permintaan pembatalan itu karena ada pelaku yang menyerahkan diri dan memberi kesaksian bahwa Mary Jane hanyalah sebagai kurir narkoba.

Kepala Kejari Bantul, Zuhandi mengatakan acara penggalangan dana bertajuk Bergandengan Tangan Besama Kejari Bantul Peduli itu merupakan acara dadakan atas instruksi pimpinan agar semua pegawai kejaksaan memiliki kepedulian terhadap sesama warga yang terkena bencana.

Pihaknya kemudian menggalang dana untuk korban bencana Palu dan Donggala dengan mengundang semua mitra kerja di Bantul, mulai dari Pemkab, kepolisian, TNI, dan masyarakat. "Ini acara silaturahmi sambil beramal, " kata Zuhandi.

Dalam acara amal tersebut kejaksaan melelang beberapa karya warga binaan dan plakat khas kejaksaan. Secara keseluruhan, dana yang terkumpul dari aksi penggalangan dana itu mencapai Rp85 juta.

Bupati Bantul Suharsono memgapresiasi kegiatan penggalangan dana tersebut. Ia mengatakan semua aparatur sipil negara (ASN) juga sudah melakukan penggalangan dana yang dihimpun melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul serta Palang Merah Indonesia Bantul. “Dana yang terkumpul sekitar Rp600 juta itu akan segera disalurkan ke Palu dan Donggala.”