Password Media Sosial Perlu Rutin Diganti

Ilustrasi aplikasi Facebook - The Guardian
07 November 2018 15:10 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Data diri dalam media sosial harus dijaga. Karena itu, imbauan untuk selalu mengganti password setiap saat harus dilakukan untuk menjaga keamanan akun pribadi.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan Internet sudah memberikan kemudahan pada penggunanya. Bahkan peringatan untuk selalu mengganti password email atau media sosial yang lain sering muncul tetapi sering tidak ditanggapi.

"Ganti password penting tetapi tidak dilakukan, padahal sudah sering diingatkan. Ini simpel tetapi banyak yang mengabaikan," kata dia saat mengisi acara Center for Digital Society (CfDS) CEOTalk bertema Cybersecurity ini Indonesia, Are We Prepared di Convention Hall Fisipol UGM, Selasa (6/11/2018).

Ia mengakui ketergantungan teknologi memang sedang terjadi saat ini. Internet menjadi sarana untuk berkomunikasi dan memenuhi beragam kebutuhan sehari-hari, di antaranya cloud computing sebagai media penyimpanan data. Namun perlu diingat bahwa akhir-akhir ini marak terjadi serangan siber serta adanya penyalahgunaan data.

Izmee menyadari pentingnya digitalisasi dalam aspek kehidupan, pemerintah dan korporasi sepakat bahwa transformasi digital merupakan prioritas utama. Menurut dia, 90% dari mereka mengakui berpikir dan bertindak seperti bisnis digital merupakan kunci penting bagi pertumbuhan di masa depan. Sementara 27% pemimpin bisnis memiliki strategi transformasi digital yang direncanakan dengan matang.

Digitalisasi akan berpengaruh pada aspek bisnis dan ekonomi secara luas, baik itu ke negara, pemerintah, organisasi, bisnis, maupun masyarakat. Data menunjukkan pada 2017 produk atau layanan digital menyumbang 4% dari PDB Indonesia dan pada 2021 diperkirakan akan meningkat menjadi 40%.

"Tentunya hal ini merupakan potensi besar yang jangan sampai terlewatkan," jelas dia.

Namun dampak negatif digitalisasi adalah sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah mengalami serangan siber yang merugikan Indonesia sebesar US$ 43,2 miliar atau 3,7% dari total PDB Indonesia.

Bagi Indonesia, taktik dan strategi keamanan siber yang efektif sangat diperlukan sebab Indonesia menjadi negara nomor tiga paling rentan terhadap malware. Baik individu maupun organisasi dapat memulai kesadaran akan keamanan siber. Izmee mengatakan keamanan siber harus menjadi bagian dari perencanaan transformasi digital Indonesia.