3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Lemper raksasa dalam upacara adat Rabo Pungkasan 2018 di Desa Wonokromo, Pleret, Selasa (6/11/2018)./Harian Jogja-Fita Ayu Fidiyawati (M121)
Harianjogja.com, BANTUL- Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di DIY berbondong-bondong menghadiri Upacara Adat Rebo Pungkasan di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul pada Selasa malam (6/11/2018).
Upacara Adat Rebo Pungkasan merupakan wujud syukur kepada Tuhan YME, serta mengenang Kiai Faqih Usman atau Kiai Welit sebagai tokoh penting masuknya Islam di Wonokromo.
Tokoh tersebut juga dianggap berjasa menyembuhkan wabah penyakit. Rebo Pungkasan Biasanya diselenggarakan tiap tahun pada malam Rabu terakhir di bulan Sapar.
Acara tersebut identik dengan lemper raksasa yang dianggap menarik bagi penonton upacara adat. Selain lemper raksasa terdapat juga lemper dengan ukuran normal yang dibagikan untuk khalayak umum. Lemper tersebut sebagai pengingat bahwa Raja Kesultanan Mataram Sultan Agung adalah sosok penggemar makan lemper.
Acara Rebo Pungkasan pada Selasa malam dihadiri antara lain Bupati Bantul Suharsono, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto, Camat Pleret M. Alwi, Kapolsek Pleret AKP Sumanto dan sejumlah pejabat daerah.
Acara ini antara lain diisi dengan aktivitas mengarak lemper raksasa dari Masjid Al Huda Karanganom menuju Balai Desa Wonokromo. Kirab tersebut diikuti oleh warga dari 12 dusun yang ada di Desa Wonokromo. Seusai peserta kirab sampai di Pendopo Balai Desa Wonokromo, dilakukan sambutan dari Suharsono selaku Bupati Bantul.
“Tradisi Rebo Pungkasan sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dan sudah terdaftar di Kemendikbud RI, oleh karena itu mari dilestarikan tradisi ini agar nilai-nilai luhur yang terkadung di dalamnya tidak hilang,” kata Suharsono.
Setelah sambutan selesai, lemper raksasa dipotong oleh Suharsono, sedangkan ribuan lemper kecil dilemparkan kepada pengunjung di pelataran Balai Desa Wonokromo.
Pelemparan lemper tersebut dinyatakan sebagi tanda telah berlangsungnya Rabo Pungkasan atau Rabu terakhir di bulan Sapar. Warga sangat antusias berebut lemper yang dilempar tersebut. Bahkan ada yang sengaja datang hanya untuk mendapatkan lemper.
“Saya penasaran dengan lemper dalam tradisi ini, makanya saya sengaja datang hanya untuk berebut lemper,” ujar Lia salah satu pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.