Ingin Cairkan BPNT, Anda Bakal Pakai Teknologi Ini

Ilustrasi mesin pendeteksi wajah. - Harian Jogja
08 November 2018 06:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi facial recognition atau deteksi wajah bakal dipakai dalam proses pemanfaatan dana bantuan pangan nontunai (BPNT). Penerapan teknologi ini rencananya akan dilakukan tahun depan.

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan dengan menggunakan sistem face recognition, dia berharap tidak ada lagi kendala-kendala terkait dengan pencairan BPNT yang dihadapi penerima manfaat. Misalnya, lupa nomor pin kartu ketika akan membelanjakan dana bantuan tersebut. "Kapan waktunya diterapkan? Kami akan kaji lebih jauh lagi. Yang jelas, kami siapkan untuk menggunakan teknologi biometrik tersebut dengan sistem face recognition," kata Mensos di sela-sela kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan di Jogja, Rabu (7/11).

Sekadar diketahui, facial recognition termasuk dalam kategori pengenalan secara biometrik yang dilakukan secara otomatis berdasarkan karakter fisiologi manusia atau tingkah laku. Selain melalui pengenalan wajah, pemeriksaan secara biometrik juga bisa dilakukan dengan cara memindai iris mata, sidik jari, bahkan suara.

Semua ketegori biometrik ini bisa digunakan untuk berbagai macam hal yang memerlukan verifikasi. Contoh paling sederhana yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah mesin absen dan fitur buka kunci yang menggunakan sidik jari. “Pemindaian biometrik bisa dikatakan solusi paling terjamin dan aman saat ini untuk verifikasi maupun transaksi,” ucap dia.

Salah satu alasan penggunaan teknologi tersebut, kata Agus, untuk menekan terjadinya kasus-kasus penyalahgunaan bantuan tersebut. Diakuinya, masih ada di beberapa daerah yang dilaporkan terjadi penyalahgunaan BPNT.

Kemensos menargetkan angka kemiskinan pada tahun depan bisa kembali turun sampai 9,3%. Oleh karena itu anggaran untuk jaminan perlindungan sosial penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sasarannya sebanyak 10 juta keluarga penerima manfaat ditingkatkan.

Begitu juga dengan BPNT yang pada 2019 sasarannya ditingkatkan secara bertahap menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat untuk menggantikan program beras sejahtera (rastra). "Kami targetkan transformasi program rastra ke BPNT ini selesai 100 persen pada Februari 2019."

Dalam Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan tersebut, Kemensos juga memberikan penghargaan kepada sebuah daerah yang dinilai berprestasi menyukseskan program BPNT. Dari 151 daerah yang sudah menerapkan BPNT, sebanyak sembilan daerah mendapat penghargaan, di antaranya adalah Dinsos Semarang (Jateng); Dinsos Kulonprogo (DIY); Dinsos Tabalong (Kalsel); Dinsos Kota Kupang (NTT); Dinsos Sleman (DIY); Dinsos Gunungkidul (DIY); Dinsos Kota Denpasar (Bali); Dinsos Kendal (Jateng); dan Dinsos Lombok Timur (NTB).

Terkait dengan penghargaan tersebut, Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukardi mengatakan penerapan program BPNT di wilayah DIY selama ini berjalan dengan baik. Mulai Dinsos Sleman, Gunungkidul maupun Kulonprogo.

Masing-masing Dinsos menjalankan proses dan prosedurnya sesuai aturan dan arahan yang sudah digariskan. Dia berharap prestasi tersebut terus bisa dipertahankan. "Bagi yang belum dapat penghargaan, kami berharap agar terus meningkat kinerjanya sesuai aturan yang ditetapkan," katanya.