Kesadaran Membayar Pajak Harus Ditumbuhkan Sejak Dini

Puluhan siswa mendengarkan pemaparan materi pentingnya membayar pajak dalam kegiatan kegiatan Pajak Bertutur yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates di SMK Negeri 1 Pengasih, Jumat (9/11/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 November 2018 14:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 75 siswa SMK Negeri 1 Pengasih mengikuti kegiatan Pajak Bertutur yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates di gedung sekolah setempat, Jumat (9/11/2018). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran membayar pajak sejak dini.

"Dengan adanya kegiatan ini para siswa diharapkan mampu menjadi generasi sadar pajak yang memiliki karakter cinta tanah air dan bela negara," ucap Kepala KPP Pratama Wates, Herlin Sulismiyati, di sela-sela acara, Jumat.

Kegiatan Pajak Bertutur merupakan bagian dari Pekan Inklusi Kesadaran Pajak 2018 yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pajak. Kegiatan ini berlangsung 5 hingga 9 November 2018. Sasaran kegiatan ini adalah para siswa maupun mahasiswa mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Herlin memaparkan dalam kegiatan ini juga ditanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan kesadaran kepada para siswa untuk menjadi warga negara yang baik. Menurutnya para pembayar pajak merupakan pahlawan masa kini.

"Mereka berperan aktif untuk perkembangan Indonesia dengan menjadi wajib pajak yang jujur, selalu melaporkan dan membayarkan seluruh pajakannya, nah itu yang kami coba tanamkan kepada para siswa," katanya.

Melalui kegiatan ini Herlin berharap akan terbentuk generasi emas yang menyadari dan melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik. Sebab pelaksanaan kewajiban perpajakan merupakan realisasi prinsip gotong royong membangun negara sehingga perlu ditanamkan sedini mungkin.

Salah satu peserta Pajak Bertutur, Eni Rahayu, mengaku senang dengan adanya acara ini. Sebab dia menjadi tahu pentingnya membayar pajak untuk perkembangan Indonesia, khususnya Kulonprogo.

"Awalnya saya pikir pajak itu memberatkan, tapi saat tahu tujuannya bagus akhirnya saya paham dan mendukungnnya," ujar siswa Kelas XI jurusan Akutansi dan Kelembagaan Keuangan SMK Negeri 1 Pengasih tersebut.

Eni berharap ke depan setelah dia punya penghasilan sendiri bisa menjadi warga yang taat membayar pajak. "Insallah besok kalau udah kerja dan berpenghasilan bisa bayar [pajak] tepat waktu agar pembangunan daerah makin berkembang," ucapnya.

Hal senada diungkapkan rekan Eni, yakni Arina Listi Lutfiani. Menurutnya membayar pajak merupakan bentuk imbal balik antara warga dengan negaranya. Selain itu juga sebagai pemenuhan hak dan kewajiban masyarakat.