Institusi Pendidikan Perlu Upayakan Tanggung Jawab Bisnis

Salah satu pakar menyampaikan materi pada The 2rd Icobame International Conference on Banking, Accounting, Management and Economics di The Cavinton Hotel Yogyakarta pada Rabu (14/11). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
15 November 2018 06:30 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAResponsible bisnis terus diupayakan oleh berbagai pihak, di antaranya institusi pendidikan termasuk salah satunya Universitas Janabadra Yogyakarta melalui penyelenggaraan The 2rd Icobame International Conference on Banking, Accounting, Management and Economics. Acara yang diselenggarakan pada Rabu & Kamis (14-15/11) ini mengangkat tema Our Development: Social, Ethics, and Environment for Responsible Business.

Ketua Panitia Icobame Yavida Nurim menekankan paradigma bisnis kini harus diubah, tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga harus berpikir tentang keberlangsungan faktor pendukung. Bisnis yang baik dianggap perlu untuk melibatkan masyatakat lokal, lingkungan, serta didasarkan atas etika. Artinya sebuah perusahaan seyogyanya tidak hanya mengejar laba secara ekonomi, tetapi juga perlu memahami kebutuhan dan kepentingan komunitas lokal, menjalankan operasinya secara beretika, serta tidak abai terhadap lingkungan.

Di sisi lain, institusi pendidikan juga harus turut terlibat dalam proses responsible bisnis sesuai dengan kapasitasnya. Yakni bekerja sama dengan para praktisi bisnis untuk transfer pengetahuan yang dimiliki. "Kami [institusi pendidikan] punya teori lantas kerja sama dengan pelaku bisnis agar bisa bersama-sama mengembangkan bisnis yang berperspektif lingkungan, tidak hanya nilai materi," katanya pada Rabu (14/11).

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra, Nur Wiyanta menuturkan sebagai universitas kerakyatan Janabadra tak hanya fokus kepada pengusaha-pengusaha besar. Namun menurutnya Janabadra berusaha mengangkat para wirausahawan skala kecil untuk dapat berkembang dengan perspektif responsible bisnis. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berlaku pada bisnis skala besar saja tetapi juga harus diterapkan pada bisnis skala kecil.

"Jangan sampai yang kecil kecil ini malah hanyut karena arus teknologi digital. Maka yang kecil kecil ini perlu diangkat juga agar berkembang," ucapnya. Maka menurut Wiyanta selain fokus pada pembahasan tentang penerapan bisnis beretika dan penerapan bisnis ramah lingkungan, konfrensi internasional yang diikuti oleh 235 presenter ini juga memberi perhatian pada pemberdayaan masyarakat lokal.

Rektor Universitas Janabadra, Edi Sriyono menambahkan konfrensi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini merupakan kerjasama dengan Universitas Stikubank Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi BPD Semarang, Sekolah Tinggi Putra Bangsa Purworejo, Universitas Muhammadiyah Purworejo, serta Universitas Muhammadiyah Magelang. Penyelenggaraan Icobame kedua kali ini dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu call for papers, seminar, dan workshop. "Kami jugs mengundang para pakar tingkat internasional dari empat negara," imbuhnya.