Bagaimana Nasib Hukum Penabrak Terduga Pelaku Klithih hingga Tewas di Seyegan? Ini Kata Polisi

Lokasi tewasnya terduga pelaku klithih di Seyegan, Sleman. - Ist
08 Desember 2018 19:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Polisi hingga kini masih menyelidiki tewasnya dua terduga pelaku kejahatan jalanan alias klithih di Seyegan, Sleman akibat ditabrak oleh korbannya sendiri dengan mobil.

Kanit Laka Polres Sleman, Iptu Rahandy Gusti mengatakan, saat ini kasus yang menewaskan dua pengendara motor Honda Scoopy tersebut sudah ditangani oleh Polres Sleman.

"Sudah diambil alih Polres Sleman," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (8/12/2018).

Terkait dengan kemungkinan pengendara mobil dihukum karena menyebabkan pelaku penyerangan meninggal dunia, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dua orang terduga pelaku penyerangan mobil dengan modus pecah kaca tewas di lokasi seusai ditabrak oleh korban alias pengemudi mobil yang mereka serang pada Jumat di depan Puskesmas Seyegan sekitar pukul 02.15 WIB.

Kapolsek Seyegan Kompol Masnoto menjelaskan kejadian tersebut bermula saat korban Nur Irawan, 33, seorang penjual ayam, warga Mriyan, Margomulyo, Seyegan, yang saat kejadian sedang bersama istrinya, Etika Dwi Novisari, 29, sedang mengemudi mobil Mitsubishi Colt T 120s SS nomor polisi R 1913 VE hendak berjalan ke arah timur ke daerah Ketingan, Mlati untuk memotong ayam.

Namun, dalam perjalanannya menuju Ketingan, tepatnya di pertigaan depan Kecamatan Mlati, mobil korban berpapasan dengan sepeda motor Honda Scoopy milik pelaku penyerangan yang saat itu berboncengan. Tiba-tiba salah satu dari mereka memukul kaca depan mobil dengan sebuah stik besi berwarna silver yang mengakibatkan kaca mobil pecah.

"Mengetahui hal tersebut, pengemudi mobil berbalik arah dan mengejar pengendara motor tersebut," ucap Kapolsek.

Ketika sampai di perempatan Seyegan, lanjut Kapolsek, salah satu dari dua penyerang mobil sempat melontarkan kata-kata mengancam kalau akan membunuh dengan mengacungkan stik tongkat warna silver.

Kemudian pengendara mobil terus mengejar hingga di depan Puskesmas Seyegan dan terjadi tabrakan yang mengakibatkan dua pengendara motor meninggal di lokasi.

"Akibat kerasnya benturan, mobil milik korban hingga terbalik," ujar Kapolsek.