Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Petugas Balai Dikmen Bantul sedang memverifikasi data calon pendaftar SMA/SMK di Bantul, Kamis (20/6/2019)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Banyak orang tua siswa yang akan memasukkan anak anaknya ke SMA dan SMK kecele saat akan memgambil nomor token di Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul, Kamis (20/6/2019). Mereka tidak tahu syarat mengambil token untuk siswa luar DIY harus membawa surat rekomendasi dari sekolah asal.
Ani, 35, salah satunya. Warga Tarudan, Bangunharjo, Sewon, ini belum bisa mengambil nomor token di Balai Dikmen Bantul pada hari pertama layanan pengambilan nomor token, karena tidak tidak membawa rekomendasi sekolah asal anaknya.
Luthfi Hardiyansyah, 14, anak dari Ani merupakan alumni sekolah menengah pertama (SMP) 22 Jakarta Barat. Ia bersekolah di Jakarta karena ikut bersama neneknya. Saat ini Luthfi ingin melanjutkan ke SMK 1 Pleret Bantul. "Saya baru tahu kalau harus bawa surat rekomendasi dari sekolah asal," kata Ani.
Ia harus pulang terlebih dahulu untuk mengurus surat rekomendasi. Ponijo juga sempat kebingungan saat mengambil yoken untuk cucunya Alfin Ariendito, 14. Cucunya sekokah di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan saat ini ingon melanjutkan ke SMK Piyungan.
Ponijo sudah mendapat rekomendasi sekolah asal cucunya tersebut. Namun ia diminta pulang terlebih dahulu karena antrian terlalu banyak.
Sementara itu Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman mengatakan rekomendasi sekolah asal merupakan syarat pengambilan token untuk PPDB tahun ini. Sementara jumlah dibatasi karena proses input data calon peserta didik baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Kami perkirakan hari pertama bisa mencetak 20 Token . Karena terfokus pada verifikasi dulu yang membutuhkan penjelasan yang rinci," kata Suhirman.
Sampai Kamis siang sudah ada sekitar 45 calon peserta didik baru yang mendatangi Dikmen, sebagian harus pulang lagi. Adapun proses pencetakan token di SMA dan SMK di Bantul bagi warga DIY diklaim lancar. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.