Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Beberapa petugas SAR memantau ombak dalam pencarian laka laut korban bernama Ferry Anto Eko Saputro dan anaknya Freya Fajrina Dwi Saputri. /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL- Satu dari dua korban hilang setelah terbawa ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (20/6) sudah ditemukan. Korban atas nama Freya Fajrina Dwi ditemukan di sekitar Pantai Trisik, Galur Kulonprogo, Sabtu (22/6/2019) pagi.
"Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh SAR Satlinmas Pantai Trisik-Bugel," kata Sekretaris Search and Rescue (SAR) Satlinmas Wilayah 4 Bantul, Nugroho.
Nugroho mengatakan korban ditemukan mengapung terbawa ombak di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Trisik. Beruntung petugas Satlinmas wilayah setempat yang melakukan pemantauan langsung sigap dan mengevakuasi korban ke daratan.
Setelah dievakuasi korban dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Hingga pukul 10.15 WIB posisi korban masih di sekitar TPI Pantai Trisik karena menunggu tim identifikasi dari polisi.
Menurut Nugroho pihak keluarga korban sudah mengecek langsung ke Pantai Trisik dan memastikan bahwa itu adalah jenazah Freya Fajrina Dwi yang berusia tujuh tahun. "Jenazah nanti akan dibawa ke masjid Pantai Baru untuk disucikan dan disalatkan," kata Nugroho.
Diketahui Freya Fajrina Dwi tenggekam di Pantai Baru bersama ayahnya Ferry Anto Dwi Saputro, Kamis (20/6/2019), sekitar pukul 09.35 WIB. Kejadian itu bermula saat Freya, Felicia Shafira, 12, serta dua keponakan Ferry, yakni Afdal Firmansyah, 11, dan Ai Rohima sedang bermain air di bibir pantai. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan menggulung keempatnya.
Seketika Ferry yang berada di sekitar anak dan keponakannya langsung menolong. Kemudian disusul sejumlah anggota Tim Search adn Rescue (SAR) Wilayah 4 Bantul, dan beberapa warga yang berada di sekitar pantai. Ferry berhasil menarik dan melempar anak pertamanya Felicia. Tim SAR juga berhasil menolong dua korban lainnya. Namun nahas saat meraih anak bungsunya, Ferry justru ikut terseret ombak dan menghilang. Lokasi yang korban hanyut tepat di sekitar bendera peringatan Palung.
Dengan telah ditemukannya Freya, maka saat ini tinggal Ferry. Tim gabungan pencarian dan penyelamatan masih berupaya mencarinya. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 4 Pantai Baru, Dwi Riaspamuji mengatakan proses pencarian pada Sabtu pagi melibatkan 46 orang tim untuk menyisir sepanjang Pantai Baru sampau muara Kali Progo.
"Pencarian di laut empat personel dengan menggunakan kapal motor tempel," kata Dwi Riaspamuji.
Sesuai Standar Operasional Procedure (SOP) masa kerja tim gabungan hanya 3x24 jam dan akan berakhir pada Sabtu malam. Namun bisa diperpanjang jika pihak keluarga menghendakinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.