Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi perubahan iklim./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Tingginya potensi bencana akibat iklim di Indonesia menuntut petani untuk cermat dalam memahami dinamika iklim. Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi gagal panen akibat bencana tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi Melati Yogyakarta DIY, Reni Kraningtyas mengatakan informasi iklim yang diproduksi BMKG sangat bermanfaat bagi sektor pertanian. Informasi ini memuat berbagai batasan kriteria, terminologi serta istilah teknis yang sayangnya terkadang sulit dipahami oleh petani, sehingga tidak tersampaikan dengan maksimal.
Untuk itu lembaganya berupaya memberi pemahaman lebih kepada para petani terkait dengan informasi cuaca dan iklim melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI). Kali ini, kata dia, peserta SLI merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari Kabupaten Gunungkidul.
Adapun materi yang diberikan dalam SLI ini meliputi pengenalan unsur cuaca dan iklim, pengenalan alat ukur cuaca, penakar hujan sederhana serta kalibrasinya, serta pemahaman informasi dan perkiraan iklim atau musim. “Selain itu ada juga materi soal proses pembentukan hujan, klasifikasi iklim dan pemahaman neraca air lahan, pemahaman iklim dan iklim ekstrem, dan pengaruh cuaca atau iklim terhadap hama serta penyakit tanaman,” ucap dia dalam pembukaan (SLI) tahap II yang diselenggarakan BMKG DIY di Hotel Tara, Jogja, Rabu (26/6/2019).
Ia menjelaskan SLI tahap II ini diberikan kepada penyuluh. Adapun SLI tahap I diselenggarakan oleh BMKG pusat diberikan kepada BMKG di daerah. Lalu SLI tahap III dari BMKG daerah diberikan kepada petani. “Kami memberi pelajaran dan memantau mulai dari menyemai benih, tanam, sampai panen,” kata dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan pentingnya sekolah ini bagi petani di Gunungkidul adalah dengan mengetahui unsur cuaca, iklim dan curah hujan, akan menunjang usaha tani mereka.
Dia mengatakan saat ini di Gunungkidul ada 92 tenaga penyuluh. Padahal luas wilayah meliputi 144 desa. “Jadi satu penyuluh merangkap hingga 3-4 desa, nah inilah kenapa kami mengirimkan penyuluh mewakili 18 kecamatan,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
SIM Keliling Bantul hadir di MPP, Gilangharjo, Wukirsari hingga Parasamya. Cek jadwal, syarat, lokasi, jam layanan, dan biayanya.
Jadwal perpanjang SIM Sleman Agustus 2026 tersedia di MPP, SCH, dan SIMMADE. Cek jadwal, lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Perpanjang SIM di Jogja Agustus 2026 bisa lewat SIM Keliling dan Drive Thru. Cek jadwal, lokasi, syarat, serta biaya perpanjangannya.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.