Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal menggelar Gelar Karya Jogja (Gaya Jogja) di kompleks Benteng Vredeburg mulai Kamis (11/7/2019) mendatang. Event yang digelar selama empat hari itu dimaksudkan untuk mengangkat potensi kerajinan dan ekonomi kreatif usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jogja.
Asisten Perekonomian Kota Jogja, Kadri Renggono, mengatakan lewat event tersebut, Pemkot Jogja dan masyarakat akan melihat pula industri apa yang berpotensi besar di Kota Jogja. "Dari industri kreatif sektor apa yang menjadi potensi besar, nanti jadi bahan pertimbangan langkah selanjutnya," kata dia kepada wartawan, Jumat (5/7/2019).
Kadri menjelaskan Gaya Jogja akan menghadirkan 70 stan UMKM binaan Pemkot dan perwakilan dari 14 kecamatan se-Jogja. Selain itu juga akan dimeriahkan oleh sejumlah kegiatan seperti perlombaan dan pertunjukan. Pameran tersebut akan berlangsung setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Lusi Irawati, menuturkan beberapa kegiatan dalam Gaya Jogja di antaranya fashion show yang akan ditampilkan oleh beberapa figur publik Kota Jogja. “Para public figur itu akan menggunakan produk UMKM Kota Jogja. Selain itu akan ditampilkan pula fashion show dengan peragawan-peragawati dari dharma wanita dan PKK Kota Jogja,” kata Lusi.
Beberapa produk UMKM fensyen yang akan ditampilkan dalam Gaya Jogja, di antaranya adalah batik lurik, jumputan, sibori dan ecoprint. "Tak hanya itu, Dinas Pariwisata juga akan ikut mengisi pelatihan-pelatihan untuk pengembangan industri kreatif, sehingga pengunjung selain bisa belanja juga bisa mendapat ilmu," katanya.
Dia menambahkan dalam Gaya Jogja, Pemkot juga menggelar Dekoya Award. Acara itu, kata Lusi, merupakan bentuk penghargaan yang diberikan Pemkot kepada para pelaku UMKM Kota Jogja.
Tak mau ketinggalan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, kata dia, juga akan menggelar lomba desain untuk industri kreatif. Lomba tersebut berlangsung hingga Jumat (12/7/2019). “Siapapun bisa ikut, silakan kirim materi lombanya melalui surel atau langsung ke kantor Disperindag Kota Jogja,” kata Lusi.
Lomba ini terdiri dari tiga kategori, yakni pertama, desain produk kerajinan terbaik dengan kriteria penilaian meliputi bahan, bentuk, fungsi, dan konten. Kedua, desain produk kerajinan kreatif dengan kriteria bahan dan bentuk, serta ketiga, desain produk kerajinan populer dengan kriteria fungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.