Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Pementasan seni ketoprak dalam rangka merti dusun yang digelar di Dusun Srumbung, Pengkok, Kecamatan Patuk, Sabtu (13/7/2019)./istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pentas seni ketoprak dalam rangka merti desa digelar di Dusun Srumbung, Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Sabtu (13/7/2019) malam. Acara ini terselanggara berkat kerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY.
Tokoh masyarakat Dusun Srumbung, Kamto, mengatakan jajarannya berterima kasih kepada Dinas Pariwisata DIY yang telah mendukung acara merti dusun di wilayahnya. Menurut dia, di dalam bersih desa ini berjalan meriah karena diramaikan dengan pementasan seni ketoprak. “Sangat meriah dan masyarakat antusias menyaksikan acara ini,” kata Kamto kepada Harian Jogja, Sabtu malam.
Ia menjelaskan pentas seni ketoprak hanya bagian dari acara merti desa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan rahmat Tuhan, masyarakat di Dusun Srumbung bisa terus beraktivitas dengan baik. “Harapannya dengan perayaan merti dusun terus mendapatkan berkah, salah satunya diberikan kelancaran rezeki dan hasil panen yang melimpah,” tuturnya.
Merti dusun di Srumbung diperingati setahun sekali. Pementasan ketoprak selain sebagai rangkaian acara bersih desa juga untuk melesetarian kesenian tradisi nenek moyang. Diharapkan dengan pementasan ini seni ketoprak tetap dikenal di masyarakat dan keberadaannya tetap lestari. “Seni budaya yang dimiliki harus terus dilestarikan. Kalau bukan kami, mau siapa lagi,” kata Kamto.
Kepala Seksi Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan jajarannya konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi dapat dilakukan dengan pementasan seni dan budaya. Oleh karena itu, fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi berupa potensi alam. Ini lantaran ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Pemerintah DIY mencanangkan target untuk menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat,” katanya.
Menurut Titik, pentas seni yang ditampilkan tidak hanya sebagai tontonan, tapi juga sebagai sarana melestarikan seni tradisi yang dimiliki. “Kami mendukung karena pementasan juga sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata di DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.