Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Salah satu adegan Dagelan Mataraman di Panggung Terbuka TBY yang turut meramaikan Pasar Kangen, Selasa (16/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Pasar Kangen masih jadi magnet bagi wisatawan dan warga Jogja. Terbukti dengan membeludaknya pengunjung Pasar Kangen 2019 khususnya di sore hingga malam hari.
Tidak hanya stan kuliner lawas dan kerajinan, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai pelaksana Pasar Kangen juga menghibur pengunjung dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni kerakyatan, ketoprak, hingga wayang kulit dari seluruh kabupaten dan kota di DIY. Salah satu pertunjukan di panggung terbuka ini diisi oleh Dagelan Mataraman pada Selasa (16/7/2019).
Grup lawak legendaris yang pernah berjaya melalui siarannya di RRI dan TVRI ini sukses membuat pengunjung pasar kangen baik tua maupun muda terpingkal-pingkal sore itu.
Pertunjukan dibuka dengan dialog oleh Aldo Iwak Kebo dan Sugeng Iwak Bandeng yang diiringi musik gamelan sederhana dan electone. Keduanya begitu klop melontarkan percakapan dengan bahasa jawa yang menggelitik dan sesekali satir, khas Dagelan Mataraman.
Tidak hanya dengan materi yang sudah disiapkan, pelawak-pelawak senior ini juga piawai mengolah situasi di sekitar panggung menjadi improvisasi segar. Selama satu jam penuh Dagelan Mataraman mengocok perut penonton, dengan beberapa kali disisipi lagu campursari yang mereka nyanyikan secara live, seperti lagu milik Didi Kempot berjudul Pamer Bojo.
Koordinator Lapangan Pasar Kangen, Wasdiyanta, mengatakan panitia sengaja mengundang Dagelan Mataraman untuk mengakomodasi berbagai kelompok seni di Jogja. "Khusus sore ini kami tampilkan grup lawak, untuk selingan kalau biasanya seni kerakyatan," kata dia.
Setelah Dagelan Mataraman, panggung terbuka TBY sore itu juga akan diramaikan oleh grup jatilan dari Kalibawang, Kulonprogo dan dilanjutkan pada malamnya ketoprak dari Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman.
Selama pelaksanaan Pasar Kangen, setiap sore dan malam hari akan diisi oleh tiga penampil kesenian. Kepala TBY, Dyah Tutuko berharap dengan ini dapat memajukan pelaku seni Jogja dan lebih dekat dengan masyarakat. "Sehingga mereka bisa berkarya dan memunculkan geberasi-generasi baru pelaku seni di Jogja dan sekitarnya. Karena memang TBY menyediakan wadah yang bisa dimanfaatkan oelaku seni untuk berkembang," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.