HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, megathrust dengan magnitudo 8,8 yang akan menimbulkan tsunami besar di perairan selatan Jawa bukanlah sebuah prediksi, melainkan potensi. “Jadi penggunaan istilah harus tepat. Ada perbedaan antara prediksi dengan potensi,” katanya di Media Center Pemda DIY, Selasa (23/7/2019).
Menurut dia, apa yang disampaikan oleh pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko di Kantor Pusdalops BPBD DIY beberapa waktu lalu, tidak untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, informasi tersebut bertujuan agar masyarakat kian sadar menghadapi bencana bisa terus meningkat.
“Ini harus dipahami. Apa yang disampaikan oleh Prof Widjo itu potensi yang memang ada dan sekali lagi bukan prediksi. Mau tidak mau, masyarakat harus siap menghadapi,” katanya.
Biwara meminta masyarakat menyikapi informasi tersebut dengan bijak dan tidak panik. Masyarakat juga diharapkan lebih dewasa dalam menyaring informasi. Tidak terpancing dan terprovokasi terhadap isu yang tidak jelas. “Tidak usah resah. Yang paling penting bagaimana masyarakat bisa merespon dengan baik, siap siaga agar memahami kondisi dan potensi itu,” katanya.
Pemda DIY, katanya, merespons potensi tersebut dengan menyiapkan masyarakat di wilayah. Setiap kawasan pantai akan diubah menjadi desa tangguh bencana (destana). “Sebab belum semua desa di sana menjadi destana.”
Dari 301 desa di DIY yang masuk rawan bencana, baru 260 desa yang menjadi destana. Sementara, di sepanjang pesisir selatan, baru 29 desa yang menjadi. Di Bantul terdapat delapan destana, Gunungkidul 11 destana dan Kulonprogo 10 destana. “Lainnya akan terus kami bentuk Destana pada 2020 mendatang,” kata Biwara.
BPBD DIY juga akan membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) serta pemasangan jalur evakuasi warga. BPBD juga akan menggelar ekspedisi destana tsunami mulai Rabu (24/7/2019) hingga Senin (29/7/2019) mendatang. Rencananya, ada 4 lokasi di sepanjang pantai selatan yang akan dijadikan sentra kegiatan ekspedisi ini. “Ada empat titik yang dijadikan pemberhentian ekspedisi yakni Songbanyu dan Kemadang di Gunungkidul, Poncosari Bantul, Bugel Kulonprogo,” kata Kasubid Pencegahan BPBD DIY Ali Sadikin.
Ekspedisi tersebut berisi sosialisasi penanggulangan bencana di sekolah, pasar-pasar, tempat ibadah hingga balai desa. Selain itu, aparatur desa di kawasan pesisir pantai juga akan dibekali pemahaman mengenai mitigasi bencana. “Ekspedisi ini menjadi model yang dapat dilakukan di wilayah lain yang rawan bencana,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Video rombongan pemotor yang diduga membawa celurit masuk SPBU Kurung, Ceper, Klaten, viral. Polisi menyelidiki kejadian tersebut.
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.
Kapolrestabes Surabaya mengakui mutasi tujuh penyidik Satresnarkoba. Mereka diperiksa Propam Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran SOP.
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKK Rp70 juta kepada ahli waris Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam Jepara yang meninggal saat Porprov 2026.
Eko Suwanto mendorong Pemda DIY membangun ekosistem digital terintegrasi untuk meningkatkan layanan publik, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi ra